Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Jumlah Korban Pesawat Itek Air 68 Tewas
Senin, 25 Agustus 2008 | 11:53 WIB

TEMPO Interaktif, Bishkek:Setidaknya 68 orang tewas akibat jatuhnya pesawat Itek Air di dekat landasan udara Bandar Udara Manas, Kirgistan Ahad malam waktu setempat.

Pesawat Boeing-737 yang membawa 90 orang penumpang itu jatuh setelah pesawat mengalami penurunan tekanan drastis di kabin. "Berdasarkan informasi terbaru, 68 orang tewas," ujar juru bicara Menteri Kesehatan Kirgistan, Rosa Daudova.

Menurutnya, penumpang pesawat itu terdiri dari 24 warga Kirgistan, 52 warga Iran, seorang warga Turki, dua warga Kanada, tiga dari Kazakhztan, dan satu orang dari Cina. Maskapai penerbangan Itek Air merupakan salah satu yang dilarang terbang di kawasan udara Uni Eropa.

Perdana Menteri Igor Chudinov mengatakan, tujuh orang awak pesawat selamat dari kecelakaan yang terburuk dalam sejarah negeri bekas bagian dari Uni Soviet itu. "Pesawat mengudara dan tiba-tiba saja kehilangan tekanan," kata Chudinov. Menurutnya, pesawat itu tengah menuju Teheran, Iran.

Menurut Chudinov, pesawat itu melakukan pendaratan darurat di sebuah lapangan tak jauh dari landasan dan tiba-tiba saja terbakar. Pejabat aviasi sipil mengatakan, pesawat itu jatuh sekitar pukul 20.40 waktu setempat.

Seorang saksi melaporkan, dari tempat kejadian terlihat bagian tubuh yang tercecer di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. "Di sekitar tempat kejadian banyak berceceran potongan tubuh manusia, Anda bisa mendengar teriakan dan rintihan, suasananya sungguh mengenaskan," kata seorang saksi kepada radio lokal.

"Tiga telepon kami berdering secara bersamaan, orang-orang menangis, tak bisa bicara, berteriak-teriak, mencari tahu mengapa tragedi itu bisa terjadi," kata seorang petugas informasi bandar udara.

Pasukan pemadam kebakaran dan tim penyelamat langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Menurut Perdana Menteri Igor Chudinov pesawat dalam kondisi layak terbang. "Boeing itu buatan 1979, dalam kondisi laik terbang, dan baru saja dicek sebulan lalu dan punya perpanjangan waktu terbang," ujarnya.

Ada laporan yang mengatakan bahwa pesawat itu milik sebuah perusahaan di Iran, Aseman dan disewakan kepada Itek Air, namun juru bicara untuk lembaga aviasi nasional di Teheran membantah informasi itu. "Pesawat itu milik perusahaan Kyrgistan," kata Reza Jafarzadeh, juru bicara lembaga itu kepada kantor berita Irna.

AFP| JULI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk132188 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data