|
Jepang Terjunkan Tim Penyelamat Korban Gempa
Kamis, 24 Juli 2008 | 13:08 WIB
TEMPO Interaktif,
Ichinoseki :Tim penyelamat sampai hari ini masih mencari korban gempa berkekuatan 6,8 skala richter di Jepang Utara. Gempa yang terjadi Rabu tengah malam ini diperkirakan melukai 100 orang, beberapa diantaranya terluka serius.
Gempa dengan kekuatan cukup besar ini di pulai Honshu itu menimbulkan tanah longsor yang memutus jaringan jalan utama di pantai Pasifik. Dari sekitar 100 orang korban luka, polisi mengatakan 15 diantaranya terluka serius, beberapa lainnya mengalami patah tulang ketika gempa menghentak mereka ke tanah.
Helikopter militer terus berputar-putar di angkasa wilayah yang terkenal dengan ladang blueberry dan resort air panasnya itu. Mereka mencari para korban yang masih terjebak, namun jarak pandang yang tak bisa menembus kabut dan hujan menghambat operasi mereka.
"Saya tak pernah merasakan gempa bumi yang begini kuat sebelumnya," kata Kenji Sasaki, seorang pejabat urusan bencana di kota Hirono. Menurutnya, saat gempa terjadi dirinya tengah tertidur dan begitu merasakan getaran yang kuat dia tak bisa bergerak sama sekali.
Perdana Menteri Yasuo Fukuda mengatakan dia juga terkejut dengan gempa ini, karena kuatnya gempa ini menggoyang bangunan di ibu kota yang berjarak 500 kilometer ke arah selatan. "Saya juga baru akan tidur. Saya pikir semua orang juga mendengar tanda bahaya dengan baik," kata Fukuda.
Fukuda mengatakan pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang tepat menghadapi bencana ini. "Tapi wilayah itu kini berkabut jadi sangat sulit mengetahui situasi lewat helikopter. Kami akan mengklarifikasi keadaan di sana secepat mungkin," ujarnya.
Jepang yang terbentang diantara perlintasan empat lempeng tektonik, mengalami sekitar 20 persen gempa bumi terkuat di dunia. Sebulan lalu, sebuah gempa berkekuatan 7,2 skala richter juga mengguncang wilayah yang sama dengan korban 23 orang.
Beruntung gempa kali ini tak meninggalkan korban tewas. "Kami menerima banyak laporan setelah gempa namun kami belum mendengar korban tewas hingga kini," kata seorang petugas pemadam kebakaran kota Hachinohe.
Tidak ada tanda peringatan tsunami atas gempa ini. menurut Direktur pengamatan gempa bumi dan tsunami di Badan Metereologi Jepang, Takashi Yokota, kedalaman gempa terbilang cukup dalam yaitu 120 kilometer.
Fukuda mengatakan sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran berpatroli di kota untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.
AFP | JULI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|