Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Demokrat Berusaha Cabut Mandat Perang Irak
Sabtu, 24 Pebruari 2007 | 01:52 WIB

TEMPO Interaktif, Washington: Kalangan petinggi Senat dari Partai Demokrat tengah menyusun undang-undang, yang secara efektif bakal mencabut otoritas Presiden George W. Bush menggelar perang di Irak. Otoritas itu diberikan Kongres empat tahun lalu dengan persetujuan para senator Demokrat, termasuk Hillary Rodham Clinton dari New York.

Draf undang-undang itu dibuat beberapa senator utama Demokrat dan didukung para pemimpin partai. Kelak, tentara Amerika di Irak hanya menjalankan misi terbatas sambil mempersiapkan diri ditarik dari negara itu.

Pemimpin mayoritas Senat Harry Reid berencana menyampaikan proposal itu kepada para anggota Demokrat pekan depan. Sumber kantor berita Associated Press mengatakan kebanyakan senator Demokrat belum mendapat informasi terperinci soal proposal itu.

Belum lama ini, kubu Republiken berhasil menggagalkan dua petisi Demokrat, yang kini mayoritas di Senat, tentang rencana Bush mengirim tambahan 21.500 tentara ke Irak. Kedua petisi itu bersifat tidak mengikat. Setelah kegagalan ini, Reid mengatakan dia akan mengerahkan perhatiannya pada pelolosan petisi yang bersifat mengikat.

Upaya membatasi kekuasaan Bush sebagai panglima tertinggi militer kemungkinan besar bakal menghadapi perlawanan kuat dari sekutu Republikennya. Selain itu, tak seperti petisi sebelumnya yang tidak mengikat, legislasi yang sedang diperbincangkan itu bisa menghadapi ancaman veto dari Presiden.

Meski demikian, langkah ini menandai gesitnya tantangan kalangan Demokrat terhadap kebijakan perang Bush setelah pemilihan umum sela menggeser kekuasaan Republiken dari Dewan Perwakilan ataupun Senat.

Senator dari Illinois, Barack Obama, yang tengah berkampanye memperebutkan tiket Partai Demokrat untuk pemilihan presiden 2008, kini menggalang dukungan untuk legislasi penarikan tentara dari Irak secara bertahap. Dalam konsep Obama, semua tentara Amerika harus ditarik dari negara itu paling lambat akhir Maret 2008.

l AP | AFP | YANTO

Dari Arsip Majalah TEMPO
Target Berjalan dari Italia | 14 Maret 2005
Kami Tidak Akan Menjiplak Iran | 21 Pebruari 2005
Kini Tiba Giliran Syiah | 14 Pebruari 2005
Pilih Paket, Bukan Platform | 31 Januari 2005
Kebangkitan Syiah 'Politik' | 31 Januari 2005
Clinton, 'Impeachment', dan Irak  | 22 Desember 1998
Dan Garda pun Kembali  | 02 Agustus 2004
Bagdad Dulu, Bagdad Sekarang  | 02 Agustus 2004
Tulah Perang Irak bagi Blair  | 19 Juli 2004
Zarqawi: Teroris atau Dalih | 25 Oktober 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Cheney Peringatkan Pengembangan Militer Cina
PM Italia Romano Prodi Mundur
Amerika Akui Blackhawk Tertembak Jatuh di Irak
Inggris Bakal Tarik Pasukannya dari Irak
Pasukan Elite Iran Beraksi di Irak
Kongres Amerika Serikat Voting Kebijakan Perang Irak
Bush Bentuk Pengadilan Khusus Teroris
Regu Penyelamat Evakuasi Terjangan Tornado di Florida
Jam Malam Di Najaf Irak
Kekerasan di Irak Saat Puncak Hari Assyura
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk94149 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data