|
Presiden : Kardinal Sin Dihormati Karena Menegakkan Demokrasi
Selasa, 21 Juni 2005 | 21:30 WIB
TEMPO Interaktif, Manila:Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan belangsungkawa atas meninggalnya Kardinal Sin. Kardinal Filipina, Jaime Sin meninggal dunia di Manila kemarin pada pukul 06.15 waktu setempat. Tokoh paling berpengaruh saat melengserkan Presiden Ferdinand Marcos dan Joseph Estrada ini meninggal dalam usia 76 tahun.
Menurut Presiden Yudhoyono, Sin adalah orang yang sangat dihormati bahkan di Indonesia. Karena perannya dalam menegakkan demokrasi. Wartawan Koran Tempo, Wicaksono, dari Manila melaporkan ungkapan belasungkawa Presiden Indonesia itu.
Sebelum meninggal dunia, tokoh yang lahir tanggal 31 Agustus 1928 itu mengidap sejumlah penyakit antara lain gagal ginjal dan diabetes. Tahun lalu, almarhum juga pernah mengalami serangan jantung. Penyakit-penyakit itulah yang memaksa sang kardinal mundur dari jabatannya tahun 2003.
Wicaksono
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Poster Nike Ardila, karangan bunga dan penduduk berkumpul di lokasi kecelakaan/ tabrakan mobil artis Nike Ardila, Bandung, 1995 [TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/034/1995; 20010711].](/hg/photostock/2005/04/06/s_R1A03401_high_thumb.jpg) |
![Pemakaman Direktur Utama (Dirut) PT Asaba, Boedyharto Angsono di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Petamburan, Jakarta, 22 Juli 2003. [TEMPO/ Santirta M; K17A/432/2003; 20030923].](/hg/photostock/2005/03/28/s_K17A43205_high_thumb.jpg) |
|
|
| Pemakaman Boedyharto Angsono
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|