Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Iran

Stasiun Tenaga Nuklir Iran Dioperasikan 2005
22 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Teheran:Reaktor tenaga nuklir Iran yang pertama di selatan kota Boushehr, yang dibangun dengan bantuan Rusia, akan dioperasionalkan tahun 2005. Hal itu dinyatakan oleh media setempat mengutip pernyataan Menteri Energi Rusia, Minggu (21/12).

“Pembukaan stasiun tenaga nuklir Boushehr akan diadakan tahun 2005, dan stasiun tersebut akan dihubungkan dengan jaringan energi listrik negara pada tahun 2006,” tulis kantor berita IRNA mengutip pernyataan Alexander Rumyantsev.

“Dengan adanya penundaan dalam pembangunan stasiun Boushehr pada tahap awal, maka sebaiknya kita lihat dulu perkembangannya sebelum membicarakan mengenai pembangunan tahap kedua,” Alexander menambahkan.

Proyek pembangunan Stasiun Boushehr berulangkali ditunda karena lamanya proses negosiasi atas perjanjian yang mengatakan bahwa Teheran berjanji akan mengembalikan bahan bakar yang dihabiskan untuk rencana tersebut pada Rusia.

Alexander menyangkal akan menandatangani perjanjian mengenai hal tersebut dalam kunjungannya ke Iran dalam waktu dekat.

Minggu kemarin, Wakil Presiden Organisasi Energi Atom Iran, Gholamreza Aghazadeh, mengatakan pada kantor berita Rusia RIA Novosti bahwa persetujuan tersebut akan ditandatangani dalam kunjungan Alexander dalam waktu dekat.

Seorang staf Pemerintah Rusia di Moskow, seperti dikutip sebuah media, mengatakan bahwa kunjungan Rumyantsev akan diadakan akhir Januari. Namun, Rumyantsev sendiri mengatakan belum ada tanggal yang pasti untuk kunjungannya ke Iran.

Rusia mendesak Iran untuk terlebih dahulu menandatangani sebuah protokol yang mengizinkan pengawas dari PBB untuk mengadakan inspeksi ke wilayah pembangunan stasiun nuklir tersebut.

Iran menandatangani protokol tersebut pada hari Jumat(19/12), mematuhi tekanan internasional agar memberikan izin bagi pengawas PBB. Namun, Iran juga meminta agar negara-negara Barat membantu melengkapi stasiun nuklir ini dengan teknologi yang diperlukan untuk mengembangkan energi atom untuk kebutuhan rakyat.

Siti Masriyah - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pasukan Elit Israel Menolak Misi ke Palestina
Israel Tahan Tokoh Senior Hamas

 
Berita luarnegeri Lainnya

Partai Demokrat Unggul di Wellington
(Selasa, 06/04/2004 | 11:23 WIB)
Al Ghozi Tewas Enam Hari Sebelum Kunjungan Bush
(Senin, 13/10/2003 | 11:10 WIB)
Al Ghozi Tidak Terbunuh di Kota Pigcawayan
(Senin, 13/10/2003 | 10:54 WIB)
Keluarga 28 Korban Warga Inggris Peringati Tragedi Bom Bali
(Sabtu, 11/10/2003 | 14:33 WIB)
Serangan Kedua AS Hantam Instalasi Militer Taliban
(Selasa, 09/10/2001 | 15:54 WIB)
Bush Sempat Kontak Chirac dan Putin
(Senin, 08/10/2001 | 14:22 WIB)
Taliban Nyatakan Jihad Lawan AS
(Senin, 08/10/2001 | 14:19 WIB)
Bush Umumkan Serangan AS ke Afganistan
(Senin, 08/10/2001 | 14:15 WIB)
Ledakan Besar Guncang Kabul
(Senin, 08/10/2001 | 11:20 WIB)
AS Serang Afganistan, Ledakan Terjadi Di Kandahar
(Senin, 08/10/2001 | 10:51 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data