TEMPO Interaktif, London: Perempuan yang makan terlalu sedikit saat mengandung berisiko tinggi memperoleh anak yang bakal mengalami problem obesitas atawa masalah kegemukan.
Sekumpulan peneliti menemukan, makan dengan jumlah kalori terlalu sedikit ketika hamil akan mengubah perkembangan sel lemak bayi sesaat setelah mereka dilahirkan.
Satu kajian terbaru oleh Dr Helen Budge dari pusat reproduksi dan kehidupan awal di Universitas Nottingham menemukan sel lemak dalam biri-biri yang menerima terlalu banyak kalori ketika dalam rahim menghasilkan bengkak yang berlebihan.
Hal ini dapat merusakkan keupayaan badan untuk memproses makanan dan menjadikan remaja yang bersangkutan berisiko untuk mengalami kelebihan berat badan yang tak terkendali.
Peneliti juga mendapati, kurangnya khasiat sebelum kelahiran menyebabkan kerusakan dalam gen lemak yang dikenali sebagai FTO yang berkaitan dengan 30 persen meningkatnya risiko obesitas.
Dr Budge mengatakan, "Sel lemak asalnya adalah tisu kaku tetapi kami mendapati mereka membebaskan hormon yang penting dalam metabolisme makanan."
Menurut Budge, "Jika tahap hormon ini terganggu atau tisu lemak rusak, ini bisa meningkatkan risiko obesitas."
Dr Budge bersama sejawatnya menggunakan biri-biri dalam penelitian mereka karena ia merupakan model hewan terbaik bagi obesitas yang dialami manusia.
Dengan mengubah diet biri-biri tersebut ketika mereka hamil, mereka dapat dipantau melibatkan perubahan yang dihasilkan selepas anak mereka dilahirkan.
Bobby Chandra