|
Gerbong pun Tertukar
Rabu, 03 September 2008 | 08:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Urusan tertukar kala bulan puasa ini, bukan cuma terjadi pada alas kaki di mesjid atau musola saja. Gerbong kereta api yang berukuran besar juga bisa tertukar. Bagaimana bisa? Menurut juru bicara PT Kereta Api Daerah Operasi I, Akhmad Sujadi, tertukarnya gerbong ini disebabkan karena rumitnya arus mudik dan arus balik tiap kali masa Lebaran tiba. Penambahan kereta atau pengadaan kereta cadangan yang mendadak, secara tak sengaja membuat gerbong tak pulang ke 'sarangnya'. "Kereta milik daerah Cirebon bisa pindah ke Yogyakarta atau kota lain," kata dia, di ruang kerjanya, Selasa (2/9). Akibatnya, jumlah gerbong kereta kadang tak sesuai dengan jumlah awal. Namun untuk mengembalikan gerbong tersebut ke 'sarangnya' tak bisa dilakukan dengan segera. "Menunggu arus mudik dan arus balik selesai," kata dia. Alhasil, pada arus mudik dan arus balik lebaran ini, Akhmad siap-siap 'kehilangan' salah gerbongnya. Muhammad Nur Rochmi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|