|
Warga Tetap Tolak Kampus SETIA
Jum'at, 01 Agustus 2008 | 18:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Kampung Pulo Jakarta Timur tetap menolak keberadaan kampus Sekolah Tinggi Theologia Injili Arasthamar (SETIA) yang berada di tengah perkampungan warga. Aspirasi ini disampaikan saat Wakil Gubernur, Prijanto, bersama Walikota Jakarta Timur, Murdhani, meninjau kampus dan asrama mahasiswa Setia yang telah porak poranda Jumat (1/8) sore ini.
Warga meminta kampus ditutup dan menolak kembalinya aktivitas mahasiswa dan kampus. “Kami resah dengan aktivitas mereka,” ujar salah satu warga. Menurut warga penolakan tersebut bukan karena persoalan agama. “Ini persoalan sikap dan perilaku mereka yang kurang diterima warga.”
Menanggapi permintaan warga, Prijanto tidak menjanjikan akan menutup kampus yang telah berdiri sejak 1994 itu. Ia hanya menyatakan keberadaan kampus memang tidak layak karena berada di tengah perkampungan warga. “Kami akan telusuri perizinan mereka,” katanya.
Sementara itu Murdhani mengaku belum mengetahui secara persis perizinan kampus tersebut. Namun ia meyakini izin kampus tersebut telah ada. “Izin IMB-nya telah ada,” ujarnya kepada Tempo.Akbar Tri Kurniawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|