|
Polisi Buru Tangan Kanan Ryan
Selasa, 29 Juli 2008 | 04:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi menduga kuat ada orang lain yang membantu Verry Idham Henyaksyah alias Ryan, 30 tahun, dalam sepuluh pembunuhan di Jombang, Jawa Timur. Kecil kemungkinan kasus sebesar itu tersimpan rapi kecuali Ryan dibantu orang lain.
Kemarin, polisi menemukan enam jasad di halaman belakang rumah orang tua Ryan di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, jawa Timur. Sedangkan 21 Juli lalu, polisi membongkar kuburan empat korban di tempat yang sama. Kasus ini terungkap setelah Ryan mengakui membunuh dan memutilasi Heri Santoso menjadi tujuh bagian di Jakarta.
Menurut seorang penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, kemungkinan besar akan ada tersangka lain. Setidaknya, ada orang yang tahu perbuatan Ryan tapi menutupi. Ia curiga mengapa Ahmad Sadiqun, ayah Ryan, lebih sering di rumah anaknya yang lain di Sidoarjo. “Apakah dia takut karena tahu di belakang rumah banyak mayat?” katanya kepada Tempo di Jakarta kemarin.
Orang tua Ryan, Ahmad dan Kasiatun, diperiksa di Markas Kepolisian Resor Jombang sejak 21 Juli. Sehari kemudian Kasiatun dibebaskan sedangkan suaminya masih diperiksa. Polisi juga memeriksa enam saksi lainnya, yakni tetangga kanan-kiri Ahad.
Kakak Ryan, Mulyo Wasis, juga dimintai keterangan polisi Jombang karena ditemukan sepeda motor Suzuki Thunder biru W 5454 GR di rumahnya di Sidoarjo. Motor itu milik M. Achsoni alias Soni, 29 tahun, karyawan Tjiwi Kimia, Sidoarjo, yang dilaporkan hilang. “Keterangan keluarga Ryan berbelit-belit," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang Ajun Komisaris Kasyanto Ahad lalu.
Ryan menyatakan kerabatnya yang melakukan pembunuhan di Jombang, tanpa menyebutkan identitas. Ia mengaku kerabatnya itu tak suka dirinya gay sehingga semua teman dekatnya dibunuh. Wasis membantah. (Koran Tempo, 26 Juli)
Polisi memastikan pacar Ryan, Novel Andrias, 28 tahun, tak terlibat. “Novel hanya kena 480 KUHP soal penadahan,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu kemarin.
Enam jenasah yang ditemukan kemarin diduga kuat pernah dilaporkan hilang ke Markas Polres Jombang, yakni penyiar radio Gita FM Jombang M. Zainul Abidin alias Zaky, 21 tahun, yang hilang Januari 2008, M. Achsoni alias Soni, 29 tahun, (11 November 2007), Nanik Hidayati, 31 tahun, dan putrinya Silvia Ramadani Putri, 3 tahun, (April 2008), Agustinus Fitri Setiawan alias Wawan, 28 tahun, (8 Juni 2007), serta Fauzin Suyanto alias Yanto alias Antonius, 29 tahun, (21 September 2007).
Empat mayat yang ditemukan sebelumnya dipastikan Ariel Somba Sitanggang, Vincentius Yudi Priyono, Guruh Setio Pramono, dan Grandy Tumbuan. Grandy warga Indonesia, bukan warga negara Belanda seperti diberitakan sebelumnya. “Seluruh pekarangan akan digali untuk mengetahui adakah korban lainnya,” kata Kepala Polres Jombang Ajun Komisaris Besar Muhamad Khosim di lokasi. Penggalian diawasi tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Timur, dan Polres Jombang.
Jenasah yang pertama ditemukan di dekat kandang, menurut Ryan, adalah Zaki. Soni dikubur di lubang sedalam 1,25 meter persis di belakang kandang. Di tepi tembok septic tank dikuburkan Silvia di atas jenasah Nanik. Lubang keempat diisi mayat Wawan, anggota pusat kebugaran Marcella Gymnastic, Jombang, juga Nanik dan Ryan. Yanto dikubur di lubang kelima.
JOBPIE S. | DINI MAWUNTYAS | DWIDJO U. MAKSUM | IBNU RUSYDI | KUKUH S.W.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|