|
Kucing Liar di Tanjung Duren Dirazia
Rabu, 16 Juli 2008 | 08:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kota Administratif Jakarta Barat akan merazia kucing liar di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (16/7) ini. Menurut Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan, Chaidir Taufik, razia ini untuk menekan populasi.
Berbeda dengan razia sebelumnya, kucing yang tertangkap kemudian dimatikan, pada operasi kali lebih kucing yang ditangkap akan disterilkan atau dicabut rahimnya, sehingga tidak bisa beranak. ”Operasi ini sesuai standar kedokteran hewan dan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor dan Yayasan Yudhistira, pemerhati kesejahteraan hewan dari Bali,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu (16/7). Menurut Chaidir, langkah pemandulan ditempuh karena banyaknya protes kalangan pecinta hewan terhadap suntik mati atau euthanasi.
Chaidir mengatakan, dengan rata-rata umur hingga 7 tahun, seekor kucing betina yang subur bisa membiakkan sedikitnya 28 anak kucing. Laju pertumbuhan yang tidak terkendali itu, kata dia, merugikan manusia. ”Mulai dari mencuri makanan, mengacak-acak tempat sampah, hingga menyebarkan penyakit toxoplasma gondii yang bisa mengugurkan kandungan,” ujarnya.
Menurut Chaidir, pihaknya tidak memiliki data persis jumlah kucing liar di Jakarta. Namun, kata dia, dengan asumsi satu wilayah rukun tetangga memiliki seekor kucing liar, berarti minimal ada 6.500 kucing liar di Jakarta. Pada tahun ini ditargetkan sebanyak 200 kucing liar. Chaidir menjelaskan, kawasan Tanjung Duren dipilih karena dianggap daerah yang paling banyak dihuni kucing liar.
Reza M
INDEKS BERITA LAINNYA :
|