Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Halte Busway Membahayakan Pengguna
Minggu, 13 Juli 2008 | 18:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
"Hati-hati jeblos". Begitulah bunyi peringatan di depan loket busway halte Masjid Agung. Maksudnya? Tentu saja meminta pengguna halte bus Transjakarta itu berhati-hati melintasi jalan yang letaknya cuma dua meter di mulut loket.

Pengumuman itu dibuat sekadarnya. Ditulis di atas sebuah kertas dan ditempelkan di sebuah bangku plastik yang rusak. Bangku plastik itu ditempatkan di atas lempengan yang di bawahnya mudah bergeser dan rawan lepas.

Maklum, mur dan baut yang melekatkan lempengan itu sudah hilang entah ke mana. Sehingga sekali saja ada yang lalai dan menginjak lempengan di atasnya, bisa dipastikan bakal terjeblos ke dalam lubang.

"Sewaktu saya mulai bekerja di sini satu bulan lalu, kerusakan itu sudah ada," kata Aceng (25), salah satu petugas tiket di halte Masjid Agung, ketika ditemui Tempo, Minggu (13/7). Dia mengaku kerusakan tersebut sudah dilaporkan ke pengelola Transjakarta. "Tapi hingga kini belum ada tindak lanjutnya,” katanya menambahkan.

Adanya lempengan yang rawan bergeser itu diakuinya memang membahayakan. "Apalagi kalau tak hati-hati karena terburu-buru", kata Aceng. Namun, hingga kini diakuinya 'belum' ada korban yang jatuh akibat amburadulnya sarana halte Transjakarta tersebut.

Kenyataan di atas ternyata bukan monopoli halte Masjid Agung. Di Halte Bendungan Hilir pun keadaannya bak pinang dibelah dua. Bahkan boleh dibilang lebih parah.

Di halte Bendungan Hilir, di sisi Kampus Atmajaya, ada lempengan yang sudah menganga. Ketika Tempo memantau pada Minggu (13/7), lempengan itu benar-benar berlubang. Di atasnya hanya ditutupi papan berukuran 50 cm x 50 cm. Banyak pengguna halte itu yang mesti ekstra hati-hati melintas dengan cara mengambil jalan yang meminggir.

"Itu sangat membahayakan", kata Ani (25), seorang pengguna busway ketika temui Tempo. Ani, seorang karyawati yang bekerja di kawasan Bendungan Hilir, mengatakan keadaan itu telah berlangsung lama. Dia tidak tahu persisnya sejak kapan. Tapi yang jelas sudah lebih dari tiga bulan.

Bahaya yang mengancam dari lubang di halte Bendungan Hilir itu bertambah karena posisinya berada sekitar tiga meter di atas permukaan tanah. "Keadaan itu sudah banyak yang melaporkan," kata seorang petugas tiket di halte tersebut. Namun, hingga kini diakuinya belum ada perbaikan yang dilakukan pengelola halte busway. "Dulu pernah datang, tapi hanya meninjau."

Dari pantauan Tempo, keadaan ini bisa tambah parah. Sebab, banyak mur dan baut yang telah lepas di lempengan-lempengan lain. Tidak heran bila kita akan sering mendengar bunyi "brak...brak...brak..." takala pengguna melangkahkan kakinya.

Manajer Sarana dan Prasarana Busway Transjakarta, Taufik, tidak mengangkat teleponnya ketika Tempo berkali-kali hendak mengkonfirmasi masalah ini. Pengguna busway tampaknya memang harus ekstra hati-hati lebih lama lagi bila tidak ingin menjadi korban dan kejeblos ke lubang-lubang berbahaya itu. Amirullah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ragu Komisi Antikorupsi  | 15 Desember 2003
Sang Bayi Prematur Bernama Busway  | 19 Januari 2004
Letjen TNI (Purn.) Sutiyoso: "Kalau Masyarakat Menggebuki, Saya Sudah Siap" | 05 Januari 2004
Debra Yatim  | 05 Januari 2004
'Busway': Proyek 'Bonek' Sutiyoso  | 05 Januari 2004
'Busway, Whose Way'? | 05 Januari 2004
JEJAK MAYA  | 05 Januari 2004
Pengguna Jalur 'Busway' Buka Suara  | 05 Januari 2004
Madu dan Racun 'Busway'  | 05 Januari 2004
Senja yang Indah di Bogota  | 05 Januari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Petugas Busway Tak Ramah
Pelayanan Tiket Busway Ditutup
Jalur Bus Transjakarta Koridor VI Normal Kembali
Ratusan Penumpang Busway Terlantar
Busway Kembali Memakan Korban
Arus Lalu Lintas di Tiga Jalan Dialihkan
10 Bus Gandeng Trasjakarta Diluncurkan
Bus Transjakarta Tabrak Angkutan Kota
90 Persen Penumpang Setuju Bus Khusus Wanita
> selengkapnya...

Website

Situs Transjakarta-Busway

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk128091 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data