|
Petugas Busway Tak Ramah
Selasa, 01 Juli 2008 | 00:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengguna busway mengeluhkan pelayanan karyawan PT Transjakarta yang dinilai buruk. "Selalu ada perlakuan yang tak menyenangkan," kata pengguna busway, Imam Syafganti, 30 tahun, kepada Tempo kemarin.
Dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini mengalami masalah di halte Tosari, Jakarta Pusat, awal Mei silam. Kala itu ia hendak membeli tiket seharga Rp 3.500 menuju halte Rawamangun -- sebelumnya transit di halte Dukuh Atas.
Ia menyerahkan uang tiga lembar Rp 1.000, uang logam Rp 200 dua keping, dan Rp 50 satu keping kepada petugas. "Saya berpikir praktis, ketimbang menyerahkan Rp 50 ribu lama dikembalikannya," ucapnya. Imam ditegur oleh petugas wanita itu karena uangnya kurang Rp 50. Buru-buru Imam menyerahkan uang Rp 50.
Namun, petugas yang masih berusia muda itu menolak menerima uang. "Uang receh nggak laku di sini, kalau di (pusat perbelanjaan) Carrefour laku," ujar si penjaga dengan nada tinggi.
Imam tersinggung kemudian balik bertanya kepada petugas mengapa uangnya tak laku. Wanita itu menuturkan, uang receh tak bisa untuk uang kembalian bagi penumpang lain. Karena khawatir terlalu lama di lomket sehingga mengganggu penumpang lain, Imam mengalah dengan menyerahkan pecahan Rp 50 ribu.
Di sisi lain, menurut dia, beberapa halte seperti Tosari dan Dukuh Atas meminta pembeli tiket berlaku sopan kepada petugas. Di kaca loket di tempel peringatan kepada pembeli, misalnya jangan melemparkan uang kepada penjaga, menyerahkan uang dengan tangan kiri, serta membuang muka ketika membeli tiket.
Perlakuan hampir mirip dialami Julihantoro pada Ahad pekan lalu di halte Sarinah. Warga Pasar Minggu ini terpaksa menunda membeli tiket agak lama karena petugas menyatakan tak ada uang kembalian. Pria ini akan membayar dengan uang Rp 50 ribu. Padahal ia melihat di meja petugas banyak yang receh. Petugas wanita itu menyerahkan tiket dan uang kembalian dengan tak ramah. “Lantas saya bilang, loh kok malah melotot Mbak, penumpang kan harus dikasih senyum,” ujarnya. “Eh, dia tambah melotot.”
Tempo juga menyaksikan ketidakramahan petugas di halte Salemba, Jakarta Pusat, kemarin. Dua petugas wanita di dalam bilik tiket tak sekalipun melempar senyuman kepada pembeli tiket. Bahkan, mereka asyik mengobrol dan sesekali tertawa kecil sambil melayani pembeli tiket.
Begitu juga dengan petugas pria pemeriksa tiket calon. Seraya merobek tiket, ia tekun berbicara lewat telepon seluler yang dipegang dengan tangan kirinya. Peristiwa itu terjadi hampir 10 menit.
Manajer Operasional Badan Pengelola Transjakarta Rene Nunumete seperti lepas tangan. Ia mengaku tak mengetahui sikap tak menyenangkan para petugas busway, meski bagian ticketing di bawah komandonya.
Ia malah meminta Tempo bertanya kepada bagian ticketing. “Tanya Kepala Bagian Ticketing (Ambra),” katanya ketika dihubungi Senin (30/6). berkali-kali telepon seluler Andra dihubungi tapi tak dijawab.
Mustafa Silalahi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|