|
Dua Trayek Bus Tak Beroperasi Karena Berebut Jalur
Kamis, 26 April 2007 | 13:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Bus Jasa Utama nomor trayek 155 jurusan Terminal Tanjung Priok - Lenteng Agung, dan Bus Agung Bhakti nomor 89 jurusan Tanjung Priok - Blok M, hari ini tak beroperasi. Pasalnya, sopir kedua trayek tengah berkonflik berebut jalur.
Menurut Budi Pangestu, 48 tahun, sopir Agung Bhakti 89, sebanyak 25 bus jurusannya sejak tadi pagi tak melayani penumpang. "Hari ini kami tak jalan. Besok, belum tahu," katanya di Polres Jakarta Utara, tadi siang.
Penyebab mogok, kata Budi, berawal dari keributan kedua pihak sopir. "Sudah tiga bulan ini sopir 155 masuk ke jalur kami di Jalan Yos Sudarso," kata dia. Padahal, kata dia, kedua pengurus bus sudah bersepakat soal trayek.
Akibat jalur direbut, pendapatan sopir 89 anjlok. Kegusaran para sopir 89 berbuntut kekerasan. Para sopir mencegat sebuah bus 155 bernomor plat B 7227 ZX, di dekat pintu tol Podomoro, pukul 18.00 WIB kemarin. Bus itu dilempari pecahan aspal, batu, dan dipukuli dengan linggis hingga Kaca-kacanya pecah.
Kekerasan itu dibalas sopir bus 155. Padi tadi, sekitar pukul 7, bus 89 dicegat dan kaca-kacanya dipecahkan di Jalan DI Panjaitan. Penumpang sempat berlarian dari bus itu.
Setelah ketegangan itu, bus kedua trayek memutuskan tak beroperasi.
Puluhan polisi tampak berjaga di sekitar Polres Jakarta Utara. "Jangan salahkan sesama, silakan laporkan ini (rebutan trayek) ke Dinas Perhubungan," kata Inspektur Satu Kadir Sianipar, Komandan Peleton Satuan Samapta, di hadapan para sopir 89.
Ibnu Rusydi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|