Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Angkutan Pelat Hitam Tuntut Izin Trayek
Rabu, 04 April 2007 | 15:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Sekitar 500 awak angkutan pelat hitam atau biasa disebut omprengan demo di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta, hari ini. Mereka menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan izin trayek resmi bagi angkutan omprengan yang melayani penumpang rute Jakarta- Tangerang dan seputar Jakarta Barat.

Kepada Tempo, Ketua Koperasi Sejatera Mandiri, Joni Napitupulu menunjukkan surat permohonan izin trayek yang pernah diajukan ke Dinas Perhubungan Jakarta pada tahun 2002. "Sudah dua kali kami kirim, tapi belum ada tanggapan," kata Joni. Koperasi yang dipimpinnya membawahi sekitar 2000 unit omprengan. Mereka sudah beroperasi sejak tahun 1967.

Sekitar puku 11.30 WIB, 12 orang perwakilan dari peserta demo diterima Komisi D DPRD Jakarta. Juru bicara awak angkutan omprengan, Tubagus Mahdi Adhiansyah mengatakan akibat status omprengan belum mendapat izin, para sopir sering dimintai kutipan oleh oknum petugas. "Kami minta agar angkutan pelat hitam diberi izin trayek," ujarnya.

Wakil ketua komisi D, Muhayar mengatakan akan meneruskan permintaan awak omprengan ke Dinas Perhubungan. "Sebab kami tidak bisa mengambil keputusan," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nurachman mengatakan dia ditugaskan Gubernur Sutiyoso untuk membangun transportasi makro di Jakarta. "Bukan angkot," katanya.

Karena membangun transportasi massal, menurut dia, trayek yang ada dibatasi jumlahnya. "Kecil kemungkinan ada trayek baru," kata Nurachman.

Saat ini terdapat lima rute omprengan dari Tangerang ke Jakarta, yaitu ke Pasar ikan, pintu Bandara Soekarno Hatta, ring road tol Pluit, Roxy dan Slipi.

Aksi mereka sempat sempat menimbulkan kemacetan di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat siang tadi. Karena 300 mobil jenis elf yang mereka bawa diparkir di satu jalur. Sehingga jalan yang terdiri atas tiga jalur hanya dapat dilalui dua jalur.

Reza Maulana

Dari Arsip Majalah TEMPO
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dituduh Provokator, 20 Sopir Ditangkap
Pemerintah Tidak Tegas Menindak Omprengan
Sopir Angkutan Tak Berpintu
Bus Kota Trans Pakuan Bogor Siap Beroperasi
Supir Angkutan Kota Nyaris Bentrok
Tangerang Kewalahan Tata Angkutan Kota
Kota Solo Garap Angkutan Massal
Angkutan Lebaran Diminta Uji KIR
Tahanan Penjara Medaeng Tidur di Teras
16 Anggota GAM Bebas
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk97126 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data