Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dewan Pertimbangan Presiden Terbentuk
Minggu, 01 April 2007 | 00:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah membentuk Dewan Pertimbangan Presiden (DPP) sejak 26 Maret lalu. Anggotanya terdiri atas sembilan orang berasal dari berbagai disiplin ilmu.

"Pembentukannya tidak melampaui tenggat," kata Andi Mallarangeng, juru bicara kepresidenan, kepada Tempo, tadi malam. Namun Andi tak mau menyebutkan nama-nama anggota DPP.

"Tanyakan saja ke Pak Sudi (Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet) atau Pak Yusril," ujar Andi. Undang-undang DPP disahkan Desember 2006. Dalam waktu tiga bulan ke depan, sejak RUU itu disahkan, Presiden harus membentuk DPP.

Ketua Umum Partai Perhimpunan Indonesia Baru Dr. Sjahrir mengaku telah diangkat sebagai anggota DPP. "Surat pengangkatannya saya terima kemarin," kata Sjahrir kepada Tempo, tadi malam

Selain Sjahrir, ada 8 orang yang ditunjuk. Sjahrir menyebut Pakar hukum Adnan Buyung Nasution sebagai anggota dewan di bidang hukum, Ali Alatas membidangi hubungan internasional, Emil Salim dibidang lingkungan, dan Rachmawati Soekarno Putri dibidang politik.

"Saya sendiri bertugas di bidang ekonomi," kata Sjahrir . Menurut dia bidang tugasnya DPP adalah memberikan pertimbangan kepada presiden. "Pertimbangan itu akan dijadikan dasar untuk mengambil keputusan oleh presiden," ujarnya.

Sjahrir mengatakan sebenarnya tugas itu hampir sama ketika dia menjadi penasihat presiden. Sejak April 2005, dia mengaku telah menjadi penasihat presiden. "Bedanya, sekarang saya bekerja atas dasar undang-undang dan diperkuat oleh Keppres," ujarnya.

Undang-undang Dewan Pertimbangan Presiden sudah disahkan dan Keputusan Presiden (Keppres) keluar 26 Maret lalu. Menurut Sjahrir, tim ini akan dilantik awal pekan depan. "Selanjutnya DPP akan bekerja di istana," ujar Sjahrir.

Eni Saeni| Pruwanto




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Boediono: UU Penanaman Modal Beri Kepastian Usaha
MA Minta Masyarakat Tunda Uji Materiil PP 37
Kalla Sarankan DPR Bentuk Satu Panitia Pembahas Undang-Undang Pemilu
DPR-Pemerintah Berebut Siapkan Paket RUU Politik
Revisi Undang-Undang Tenaga Kerja Dibatalkan
Paket Undang-Undang Politik Rampung Sebelum 2008
Agung Menolak Kembali ke UUD 1945 Awal
Indonesia Tolak Hapus Hukuman Mati
Pemerintah Akui Undang-undang Ketenagakerjaan Bermasalah
Ketua DPR Minta Rp 5 Miliar Bahas Satu Undang-undang
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [6]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk96813 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data