Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dua Perampas Ponsel Ditembak
Jum'at, 16 Pebruari 2007 | 03:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Dua perampas ponsel ditembak kakinya semalam, karena melarikan diri sesaat setelah dibekuk polisi di Jalan Raya Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mereka adalah Agus Triadi alias Suga, 25 tahun alias Suga dan Rengga Elpanza alias Abil.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Polisi Hilarius Duha mengatakan pada Kamis, 11 Januari lalu, keduanya merampas tas dan telepon genggam milik Dewi Kartika yang sedang naik bajaj di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Mereka sudah lama diincar polisi karena aksi kejahatannya, merampas handphone," ujar Hilarius. Dari tangan mereka disita sepeda Motor Yamaha RX King keluaran 1997 warna biru bernomor B 6963 BAE milik Suga, dan satu Honda Karisma warna hitam bernomor B 7534 XG milik Ricard. Kedua motor itu sering dipakai para pelaku untuk beraksi.

Ditemui kantor Polres, Suga mengaku sudah lebih dari seratus kali merampas. Selama itu pula, baru dua kali dia tertangkap. Sebelumnya, warga Palmerah ini dibekuk pada Februari tahun lalu. Setelah dua bulan di penjara, dia beroperasi lagi.

"Kami selalu mengincar wanita yang sendirian atau berdua di jalan," ujarnya. Modusnya, komplotan ini menjambret sambil menunggang sepeda motor.

Setelah menangkap Suga dan Abil, polisi juga membekuk dua anggota komplotan Suga. Mereka adalah Jaelani, 27 tahun. Dia dibekuk di rumahnya di Jl. H. Senen Palmerah, Jakarta Barat dan Ricard Pesta SIlitonga, 32 tahun di Gang Semangka III Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat.

Dari komplotan ini, polisi menyita sepeda Motor Yamaha RX King tahun 1997 dengan flat nomor B 6963 BAE milik Suga, dan motor Honda Karisma bernomor B 7534 XG milik Ricard.


Rafly Wibowo

Dari Arsip Majalah TEMPO
”Saya Kejam karena Terpaksa”  | 06 Oktober 2003
Perampok atau JI Stempelan?  | 29 Juni 2003
Tanggapan BPPN  | 02 Juni 2003
Negosiasi dengan Perampok  | 05 Januari 2004
Nasib Mujur Tiga Penyalur  | 07 April 2003
Bila Sugali Mengganas  | 03 Pebruari 2003
Perompakan Tak Kunjung Padam  | 20 Januari 2003
Keadilan Tak Jua Melirik Sengkon-Karta  | 20 Januari 2003
Aib Pengawal Presiden  | 13 Januari 2003
Komplotan Bogor-Surabaya Tergulung  | 17 September 2001
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Perampok Bobol BNI Kolaka, Rp 2,8 Miliar Hilang
Kapolres Jakarta Barat Dilaporkan ke Mabes
Gerai Pakaian Dibobol Perampok
Perampokan Disiang Bolong Digagalkan
Uang Bendahara Dewan Rp 319 Juta Dirampok
Polisi Ringkus Kawanan Perampok Nasabah
Pengusaha Garmen Dirampok, Rp 20 Juta Melayang
Perusahaan Farmasi Dirampok
Polisi dan Perampok Baku Tembak
Rampok Gasak Harta Pengusaha Mebel
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk93390 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data