Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banjir Kiriman Masih Ancam Jakarta
Minggu, 04 Pebruari 2007 | 01:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Banjir kiriman masih akan melanda Jakarta karena hujan lebat masih bakal mengguyur Bogor dan sekitarnya.

"Hujan lebat bisa terjadi lagi beberapa hari ke depan," ujar Alidia, Kepala Stasiun Klimatologi Darmaga, Bogor, kemarin.

Kepala Pelayanan Publik Badan Meteorologi dan Geofisika Achmad Zakir pun mengemukakan hujan masih akan mengguyur kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. "Menurut pengamatan kami memang demikian, hujan masih akan terus turun," katanya.

Intensitas curah hujan yang bervariasi, mulai ringan hingga lebat, akan terjadi hingga dua hari mendatang. Menurut perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika, konsentrasi hujan masih terjadi di wilayah Ciledug, Depok, Bogor, dan Puncak.

Hujan deras yang mengguyur Bogor kemarin menyebabkan terjadinya banjir dan longsor di beberapa daerah. Di antaranya mengakibatkan puluhan rumah rusak di daerah Bantar Kemang, Bogor.


Ketinggian air di Bendung Katulampa, Bogor, pada pukul 10.30-12.00 WIB menyentuh angka 250 sentimeter di atas papan mercu. "Kondisi ini sama dengan tahun 1996," kata Andi Sudirman, petugas Bendung Katulampa.

Dampaknya, ketinggian air di pintu air Depok dan Manggarai juga melonjak. Laporan dari Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane menyebutkan, hingga pukul 18.00 WIB kemarin, ketinggian air di pintu air Depok mencapai 460 sentimeter. Di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, hingga pukul 21.00 WIB, ketinggian air mencapai 895 sentimeter. Hal ini mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di Jakarta makin parah. Di Kampung Melayu, misalnya, ketinggian air mencapai 3-4 meter.

Menurut Tumin Sunyoto, Kepala Rayon Melati Pemberdayaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, ketinggian air akan mencapai puncaknya pada pukul 01.00 WIB hari ini, yaitu 1.000 sentimeter. "Kondisi ini lebih parah dibanding tahun 2002," katanya. Lima tahun lalu, dia menambahkan, ketinggian air hanya 950 sentimeter.

Namun, Sekretaris Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta Haryanto Badjuri menyatakan banjir tahun ini tidak separah banjir lima tahun lalu. "Pemerintah daerah menggunakan patokan hitungan ketinggian air di bendungan," katanya.

DEFFAN | CHETA | MARLINA | KARTIKA | REZA | INDRIANI | SORTA | RAFLY | FERY

Dari Arsip Majalah TEMPO
Menyerap Banjir Bantuan Dunia | 10 Januari 2005
Malaikat Pagi di Tanah Jeumpa | 03 Januari 2005
Dari Kekeringan ke Banjir Bandang  | 29 Desember 2003
Surat Pembaca | 24 November 2003
Terbenamnya Sebuah Kampung Wisata | 10 November 2003
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Batak Anti-Sadap  | 09 Pebruari 2004
Melengserkan Sang Raja Rimba  | 17 Pebruari 2003
Banjir di Pantai Utara  | 10 Pebruari 2003
Banjir di Mana-mana, Oi!  | 03 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketinggian Air Di Katulampa Sempat Naik
Intensitas Hujan Meningkat Sampai 5 Februari
Air Sungai Mulai Menggenangi Perumahan
Sungai Cikeas dan Cileungsi Siaga Satu
Banjir Satu Meter di Perbatasan Joglo dan Karang Tengah
Banjir Melanda Empat Kecamatan di Bekasi
Ratusan Rumah Warga Kolaka Utara Kebanjiran
Banjir di Kampung Melayu, 2020 Jiwa Mengungsi
Banjir 1,5 Meter Melanda Pancoran
Banjir Mulai Melanda Jakarta Barat
> selengkapnya...

Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk92483 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data