Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PDIP Gantung Nasib Calon Gubernur Jakarta
Jum'at, 15 Desember 2006 | 18:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta menggelar rapat kerja daerah khusus hari ini sampai besok. Salah satu agenda terpenting rapat itu adalah pemaparan dari bakal calon gubenur dan wakil gubernur DKI Jakarta peride 2007-2012.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jakarta, Nakoem AR, mengatakan, fungsi rapat kerja khusus hanya untuk memberi rekomendasi. PDIP Jakarta menyerahkan keputusan siapa yang bakal menjadi calon gubernur dan wakilnya kepada pimpinan pusat partai. “Yang memutuskan itu pusat,” kata Nakoem hari ini di Jakarta.

Menurut Nakoem, rekomendasi akan dibuat setelah peserta rapat menyimak pemaparan para bakal calon. Selanjutnya, PDIP Jakarta pun bakal meneliti apakah para calon memenuhi syrat atau tidak.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Pramono Anoeng mengatakan, selain mempertimbangkan rekomendasi dari daerah, DPP pun akan membuat polling di internal dan eksternal partai. “Untuk mendapat calon berkualitas,” kata Pramono.

Sejauh ini, ada enam orang yang melamar sebagai calon gubernur kepada PDI Perjuangan. Mereka itu Agum Gumelar, Bibit Waluyo, Edy Waluyo, Faisal Basri, Fauzi Bowo, dan Sarwono Kusumaatmaja.

Hari ini mereka berkesempatan memaparkan visi dan misinya. Bibit Waluyo, misalnya, berjanji membuat Jakarta lebih nyaman. “Sehingga setiap orang bisa beraktifitas dengan bebas,” kata bekas Panglima Koam Jaya itu.

Bibit juga berjanji mewujudkan pemerintahan Jakarta yang berintegritas tinggi. Dengan integritas pemerintah, kata dia, pelayanan kepada warga bakal optimal.

Adapun ekonom Faisal Basri menekankan pentingnya merebut kembali suara PDI Perjuangan yang hilang pada pemilihan lalu. Faisal pun berjanji memberdayakan perekonomian berbasis kerakyatan.

Yudha Setiawan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk89612 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2006>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data