|
Korban Demam Berdarah di Jakarta Terus Meningkat
Rabu, 10 Agustus 2005 | 14:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di DKI Jakarta bertambah 61 orang sehari. Catatan terakhir Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (9/8), menunjukan jumlah penderita sebanyak 394 orang, sedangkan hari sebelumnya 333 orang. Dari Januari sampai waktu catatan terakhir, penderita mencapai angka 19.095.
Berdasarkan catatan tersebut, selama bulan Agustus ini wilayah Jakarta Timur menyumbang jumlah penderita terbanyak, 119 orang. Disusul Jakarta Selatan 109 orang, Jakarta Utara 60 orang, dan Jakarta Pusat 54 orang.
Kendati jumlah penderita DBD terus bertambah, Dinkes Pemprov DKI menolak dianggap tidak melakukan langkah pencegahan. "Kami sudah mengambil tindakan sesuai status yang ditetapkan,"kata Kepala Seksi Promosi, Evy Zelfinoeksi, di kantornya, Rabu (10/8). Saat ini status belum menginjak kondisi luar biasa (KLB), namun langkah mengantisipasinya sudah dilakukan. "Setiap hari Kamis rapat jajaran kesehatan sampai tingkat Puskesmas,"ujarnya.
Menurut Evy, wabah DBD masih berulang terutama karena program pemberantasan sarang nyamuk 30 menit di Jakarta setiap hari Jumat tidak berjalan. Mengenai program itu, pemerintah sudah melaksanakannya sesuai prosedur, namun belum dapat menjangkau optimal sampai tingkat rendah di masyarakat. "Pemberantasan itu belum menjadi budaya di masyarakat,"katanya.
Pelaksana langsung pemberantas DBD adalah Puskesmas dan akan diaudit oleh suku dinas (sudin), dan dinas kesehatan membuat regulasi serta megarahkan. Menurut Evy, kebijakan membebaskan biaya penderita DBD bagi keluarga miskin di 18 rumah sakit pemerintah, sampai saat ini masih berlaku. "Sosialisasi kebijakan itu, sudah dilakukan. Saya menjamin semua rumah sakit tersebut sudah mengetahuinya. Rumah sakit bersangkutan tidak akan menarik biaya,"ujar Evy.
Harun Mahbub
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|