|
Jakarta Timur
Penampungan Limbah ITC Cempaka Mas Telan Enam Korban
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 19:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tempat penampungan limbah ITC Cempaka Mas menelan korban jiwa. Dua orang meninggal dan tiga lainnya di rawat di rumah sakit. Peristiwa itu menimpa keenam korban didalam Saluran Tempat Pembuangan Air (STP). “Mereka sedang membersihkan lubang di STP yang menuju pipa,” kata Humas ITC Cempaka Mas, AJ Sutaktanto, Rabu (2/2), di Jakarta.
Keenam korban tersebut, merupakan karyawan tetap ITC Cempaka Mas dibagian Building Maintenance (BM). “Mereka bukan pekerja outsourcing,” katanya.
Dua korban meninggal itu adalah Bambang Eka dari Jagakarsa dan Buchori dari Kelapa Gading. Sedangkan tiga orang lainnya, yakni Heru Suryadi, Mujianto, dan Sukampo saat ini sedang dirawat di RSI Yarsi, Cempaka Putih.
Menurut Sutaktanto, pekerjaan yang dilakukan oleh kelima korban adalah aktifitas rutin mereka setiap hari. “Mungkin akibat kelelahan karena mereka telah bekerja dari pukul 08.30 WIB-16.30 WIB,” kata dia.
Mengenai dugaan akibat asap beracun, Sutaktanto berkelit. “Kami bukan ahli kimia mas. Tapi, memang diduga adanya asap H2S didalam tabung STP, sehingga mereka mengalami sesak nafas.\"
STP (Saluran Tempat Pembuangan Air) di tempat kejadian, menurut Sutaktanto mempunyai kedalaman 2,5 meter. “Jadi semacam main hole dengan lubang masuk pas ukuran badan,” jelasnya. STP tersebut, dihubungkan dengan pipa-pipa menuju recycling.
Mengenai sarana dan prasarana keselamatan kerja, dia menjawab, \"sudah kami sediakan lengkap, cuma mereka jarang mau memakainya," katanya. Mengenai jenis limbahnya, menurut Sutaktanto, semua limbah dalam pengelolaan ITC sudah disaring lemak-lemaknya dengan alat yang dinamakan greace trap. “Jadi kalau ada H2S, kami tidak tahu asalnya mereka bilang seperti itu,” kata dia.
Menurut Sutaktanto, makanan-makanan disana ada dua hal yang bisa diungkapkan. Pertama, setiap usaha makanan disini ada aturan main tentang sampah-sampahnya. Kedua, umumnya makanan disini masuk dalam bentuk siap saji. “Kita bukan pabrik, jadi unsur-unsur x jelas tidak ada,” ujarnya.
asep yogi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|