Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Wujudkan Jakarta Hijau, DKI Tanam 115 Ribu Pohon
Jum'at, 07 Januari 2005 | 16:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Agar Jakarta ijo royo-royo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menanam 115 ribu pohon produksi di seluruh wilayah Jakarta.

Kepala Dians Pertanian dan Kehutanan, Mauritz Napitupulu menjelaskan, pohon-pohon yang akan ditanam adalah jenis pohon produktif setinggi 2-2,5 meter. Seperti pohon mangga, jambu, rambutan, belimbing, dan durian.

Pohon-pohon itu, kata Mauritz, akan ditanam di pinggir-pinggir jalan dan dihalaman rumah penduduk. “Kami melihat halaman-halaman rumah itu sangat potensial untuk kami kerjakan. Kami harapkan mereka mau memlihara dan mau menyiram setiap hari,” kata Mauritz usai pemaparan tentang Jakarta ijo royo-royo Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Jumat (7/1).

Mauritz mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan bibit pohon tersebut kepada masyarakat, melainkan akan langsung menanamnya dihalaman rumah masyarakat. Yang tentunya akan telebih dahulu melakukan koordinasi dengan pimpinan masyarakat setempat seperti ketua RT. “Kami akan langsung tanam pohon itu. Kami takut seperti program sejuta pohon, kami berikan bibit tetapi yang menanam tidak profesional sehingga hasilnya banyak yang mati,” papar Mauritz.

Untuk memonitor pohon-pohon tersebut, pihaknya akan selalu melakukan pantauan setiap bulan ke tiap-tiap rumah. “Jadi setiap pohon yang kami tanam setiap bulan akan kami pantau, kami buat maping-nya. Kami juga akan berikan pupuk atau pembasmi hama,” jelas Mauritz.

Program yang akan dimulai pada Januari 2005 ini memerlukan sedikitnya Rp 100 ribu untuk satu buah pohon. Dan diharapkan, 500 pohon dapat ditanam di 400 rumah. “Jika ini bisa tercapai kami yakin 3-5 tahun ke depan Jakarta akan seperti Probolinggo, ijo royo-royo,” ujar Mauritz.

Suryani Ika Sari-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kementerian Lingkungan Hidup Sosialisasikan Program Bangun Praja
Pemkab Bekasi Diminta Kelola Pantura Secara Manusiawi
Masyarakat Merapi Minta Taman Nasional Ditinjau Ulang
Lebih dari 125 Perusahaan Tidak Ramah Lingkungan
Mentaben: Perlu Peraturan Reklamasi
250 Perusahaan Mendapat Rapor Pengelolaan Lingkungan
Emil Salim: Indonesia Belum Siap Hadapi Pasar Bebas
Aktivis Lingkungan Dapat Nobel Perdamaian
Pemerintah Kesulitan Melestarikan Fungsi Danau
Pantai Kali Baru Tercemar Logam dan Bahan Kimia
> selengkapnya...


Referensi

UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

Website

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data