Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bogor

Menteri Minta Babakan Madang Diisolir
Minggu, 24 Oktober 2004 | 19:03 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Menteri Pertanian Anton Apriantono meninjau lokasi munculnya penyakit anthraks di Kampung dan Desa Citaringgul, RT 01/04, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Minggu (24/10).

Dalam kunjungannya, Menteri meminta Pemerintah Kabupaten Bogor mengisolir daerah Babakan Madang agar tertutup untuk keluar-masuk hewan ternak. Sementara dari RSD Cibinong dilaporkan penderita diduga antraks bertambah dua orang.

"Untuk mencegah penyebaran penyakit antraks, saya meminta Pemkab Bogor dan instansi terkait mengisolir daerah ini sementara waktu, agar peredaran hewan ternak bisa diawasi, terutama ternak yang diduga sakit," jelas Anton di dekat rumah Anyub Ansori, yang sebagian anak cucunya makan jeroan kambing yang sakit.

Pengisoliran dilakukan karena di daerah ini merupakan endemis antraks yang hampir setiap tahun selalu ada orang yang terjangkit. "Daerah ini merupakan salah satu daerah endemis antraks, saya tidak rela daerah ini terus-menerus menderita karena penyakit ini, untuk itu agar Pemkab Bogor melakukan vaksinasi terhadap hewan secara berkesinambungan," ujar Anton.

Menteri kemudian menyempatkan mengunjungi rumah Ayub di Kampung Citaringgul RT 01/04, No. 39, dekat Mesjid Al Fallah Desa Citaringgul.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bogor Albert Pribadi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Djono Mardjoeki, menyaksikan pembakaran dua kambing berumur beberapa bulan yang diduga kena penyakit antraks karena induknya menjadi penyebab kematian enam warga setempat.

Dua kambing yang kondisinya lemah tersebut dibakar bersama kandangnya. Hal ini untuk mencegah
penyakit antraks menular di antara hewan. Mustopa, pemilik kambing, tampak pasrah dan berharap penyakit antraks tidak menular ke ternak lainnya.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor di daerah Hambalang sejak tahun 2001 sampai kemarin sudah ada 47 orang terjangkit penyakit antraks, dengan korban jiwa sebanyak 11 orang, termasuk enam korban terakhir.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Djono Kardjoeki M.Kes mengatakan, dari hasil investigasi tim khusus penanggulangan penyakit antraks, ada sekitar 60 warga Desa Citaringgul yang memakan kambing yang diduga berpenyakit antraks.

Dari 60 orang tersebut 28 orang diindikasikan telah kena gejala antraks, enam orang tidak tertolong karena terlambat berobat. Sisanya 22 orang bisa disembuhkan.

Deffan Purnama - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Suspect Anthraks Bertambah Dua Orang
Masyarakat Diminta Tidak Potong Ternak Sakit
Menteri Kesehatan Diminta Jelaskan Mekanisme Penggratisan
Menkes: Antraks Adalah Endemi Selalu Terjadi
Enam Orang Meninggal Diduga Kena Antraks


Referensi

Daerah Endemis Antrax di Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data