|
Metro
Siaga II di Beberapa Pintu Air
20 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Hujan yang berkepanjangan sejak kamis (19/2) malam hingga jumat (20/2) pagi membuat Jakarta terancam banjir yang membahayakan. Menurut Wahyu Hartomo, Pimpinan Proyek Induk Ciliwung-Cisadane, ketinggian air di beberapa pintu air sudah masuk Siaga II.
"Kami khawatir karena sudah masuk Siaga II, berdoa saja mudah-mudahan hujan tidak turun terus," kata dia saat dihubungi Tempo News Room melalui ponselnya. Saat dihubungi, Wahyu tengah meninjau Kanal Barat, di dekat Landmark Setia Budi.
Wahyu menjelaskan, ketinggian air paling mengkhawatirkan terjadi di Cengkareng Drain. Ketinggian air hingga pukul 10.00 WIB masih mencapai 310 cm dan potensial meninggi karena hujan masih turun di Kota Tangerang. Dia yakin saat ini kawasan Rawa Buaya, Semanan, dan Daan Mogot sudah dilanda banjir. Bila ketinggian sudah mencapai 370 ke atas, maka masuk Cengkareng Drain akan masuk Siaga I.
Siaga II juga masih diberlakukan untuk Pintu Air Manggarai sejak pukul 05.00 WIB. Ketinggian tertinggi terjadi pada pukul 10.00 WIB, yakni 870 cm. Akan tetapi Wahyu memperkirakan ketinggian itu akan menurun. Meski begitu, ketinggian air itu sudah menyebabkan musibah banjir yang cukup mengkhawatirkan di sekitarnya. Kawasan bantaran kali di Jatinegara Barat misalnya, nyaris tenggelam karena ketinggian air rupanya sudah mencapai 2 meter dari yang biasanya.
Ratusan penduduk setempat mengungsi dan sebagian besar ditempatkan Posko banjir yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Jatinegara Barat. Sebagian lagi menempati emperan-emperan toko di sepanjang Jalan Raya Jatinegara Barat. Penduduk kawasan itu ada juga yang tak sempat mengungsi. Mereka tampak terjebak di lantai dua rumahnya yang terbuat dari papan dan triplek sederhana itu.
Meski ketinggian air pintu-pintu air di Jakarta sudah mengkhawatirkan, Wahyu mengatakan pos pengamatan Depok dan Katulampa masih dalam keadaan yang normal. Ketinggian air di Depok memang sempat masuk siaga II tadi malam, yakni 210 cm. Namun pagi ini sudah menurun drastis tinggal 140 cm. Di Katulampa bahkan sudah normal pada ketinggian 60 cm. Kondisi yang melegakan juga terjadi di Pintu Air Sunter yang masih berkisar 40 cm.
Deddy Sinaga - Tempo News Room
|