|
Jakarta Utara
Aparat dan Parpol Bantu Pengamanan Gereja
22 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang perayaan natal tiga hari mendatang tidak ada pengamanan khusus di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Petra, Cilincing Raya, Koja Jakarta Utara. Di gereja ini tahun 2001 lalu terjadi ledakan saat jemaatnya melakukan kebaktian.
“Tidak ada pengamanan khusus yang kami lakukan. Biasa-biasa saja,” kata Yusuf (40), salah seorang petugas keamanan gereja, Senin (22/12).
Ledakan yang terjadi pada malam 9 November 2001 lalu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka. Hanya beberapa kaca jendela gereja hancur.
Mengenai pengalaman tersebut, Yusuf mengatakan tidak ada trauma ataupun rasa takut. “Ledakan itu kan terjadi bukan pada malam natal. Hanya waktu kebaktian biasa,” katanya.
Hal tersebut, lanjutnya, tidak akan mengurangi kekhidmatan jemaat gereja merayakan Natal tahun ini. “Kami harapkan perayaan Natal berjalan dengan lancar,” katanya.
Meski begitu, menurut Yusuf, pengamanan gereja tetap dilakukan baik itu dari pihak gereja maupun kepolisian, dan Kodim. “Ada juga bantuan dari partai-partai seperti PAN dan PDIP. Tidak ada yang minta, mereka datang sendiri,” katanya.
Selain itu, pihak gereja juga akan memeriksa orang-orang yang tidak dikenal yang datang ke gereja. “Sebagai antisipasi, kami harus waspada,” kata Yusuf.
Hampir senada dengan keterangan Yusuf, salah seorang anggota gereja Santa Yakobus Sunter, Klemensia, mengaku biasa-biasa saja menjelang perayaan natal tiga hari mendatang. “Jemaat gereja sini biasa-biasa aja. Tidak ada trauma,” ujarnya.
Klemensia mengaku tidak ada isu teror maupun pengeboman yang diterima, sedangkan peristiwa teror bom malam natal tahun lalu dianggap biasa saja oleh jemaat gereja. “Mungkin karena kami dulu tidak mengalami dan melihat secara langsung. Tapi kalau misalnya melihat langsung mungkin trauma juga,” katanya. Untuk pengamanan, katanya, pihak gereja bekerja sama dengan marinir dan kepolisian setempat.
Hal yang sama diungkap Indah, karyawan Gereja Santa Lucas, Sunter Agung, yang mengaku tidak trauma menjelang natal. “Kami tidak trauma, meski rasa takut itu pasti ada. Kami berdoa saja semoga semua berjalan lancar,” katanya.
Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Djoko Susilo mengatakan menjelang perayaan natal tiga hari mendatang pihaknya melaksanakan Operasi Lilin Jaya dengan mengerahkan sekitar 1.933 personel untuk mengamankan 99 gereja di Jakarta Utara. “Terutama 14 gereja yang rawan, seperti Koja dan Kelapa Gading,” katanya.
Menurutnya, sejauh ini tidak ada isu teror pengeboman di Jakarta Utara. Namun, pihaknya mengaku tetap waspada menghadapi segala kemungkinan. Pengamanan mulai dilakukan sebelum hari H sampai beberapa hari setelah hari H. “Kami juga bekerja sama dengan pihak pengamanan gereja sendiri, pam swakarsa, maupun satgas-satgas parpol. Sejauh ini, semua disinyalir aman,” ujarnya.
Putri Alfarini - Tempo News Room
|