|
Bekasi
1.338 Polisi Amankan Natal di Bekasi
19 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Bekasi:Untuk mengantisipasi ancaman perayaan Natal, Polres Metro Bekasi mengerahkan 1.338 personel yang akan mengamankan sejumlah objek vital yang rawan konflik di Bekasi. Sterilisasi dilakukan pada tiga hari sebelum Natal hingga sehari setelah Natal.
Kasat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polres Bekasi Ajun Komisaris Polisi Imam Saputra kepada wartawan di Polres Metro Bekasi, Jumat (19/12), mengatakan jajaran Polres menggelar security audit (cek pengamanan) ke sejumlah gereja yang berada di wilayah Kota maupun Kabupaten Bekasi sebelum dan setelah Natal.
Polres Bekasi mensinyalir dari 151 jumlah objek vital seperti ruko, perkantoran, dan tempat ibadah, sedikitnya tercatat 58 gereja di dalamnya. Dalam catatan Polres terdapat sebanyak lebih dari 20 buah gereja yang perlu mendapat perhatian ekstra.
Imam mengungkapkan dari 58 gereja di Bekasi, yang perlu mendapat perhatian lebih dari pihak Polres, di antaranya gereja yang mengandung rawan konflik interen antarjemaat, rawan konflik dengan lingkungan, gereja yang berdekatan dengan tempat ibadah lain, dan gereja yang memiliki jemaat di atas seribu orang.
Secara teknis Imam menjelaskan, untuk melancarkan jalannya perayaan umat Kristiani tahun ini, pihak kepolisian menghimbau kepada pihak gereja untuk mengantisipasi dan melakukan pengamanan preventif.
“Misalnya tidak ada kendaraan yang parkir di halaman gereja. Itu untuk antisipasi ancaman bom,” ujar Imam. Selain itu, tambahnya, pihak kepolisian juga akan melakukan pengamanan swakarsa, seperti bekerja sama dengan Linmas, Satpam, dan petugas parkir.
Imam menegaskan, untuk setiap gereja akan disiapkan empat personil polisi, sedangkan untuk gereja yang dinilai rawan konflik ditempatkan sepuluh orang petugas. “Sewaktu-waktu akan ditambahkan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Siswanto - Tempo News Room
|