Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Tolak Beri THR, Pedagang Dianiaya Preman
20 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menolak memberi jatah THR, seorang pedagang ayam babak belur dianiaya preman di Pasar Bambu Kuning, Jalan Ancol Selatan, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, Kamis (20/11) siang. Korban, Ramun, 35 tahun, warga RT 02 /07, Sunter Agung, Jakarta Utara, harus dilarikan ke Rumah Sakit Sunter, karena luka robek di bagian muka.

Ketua RT setempat, Ny. Tuti yang mendampingi korban melaporkan ke Polsek Tanjung Priok mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurutnya, saat berada di rumah, dia didatangi korban dalam keadaan luka-luka dan melaporkan kejadian itu. Ramun dianiaya preman bernama Tarno, 30 tahun, bersama kawan-kawannya.

Korban yang ditemui di Polsek Tanjung Priok mengaku dianiaya preman itu karena menolak memberi uang. Dituturkan Ramun, sekitar pukul 08.00 WIB sekelompok preman itu telah meminta uangk kepada sekitar 100 pedagang dengan alasan untuk THR. Namun sekitar pukul 09.30 WIB, mereka kembali dan meminta uang kepada para pedagang dengan alasan uang yang mereka kumpulkan masih kurang.

Ramun sendiri menolak memberikan uang itu karena merasa telah memberikan uang kepada mereka. Penolakan Ramun membuat Tarno marah dan sempat terjadi cekcok antara mereka. Tarno menghajar korban hingga korban babak belur. Korban saat itu tak berani melawan. Demikian juga dengan sejumlah pedagang yang menyaksikan penganiayaan tersebut. Di antara mereka tak satu pun yang berani melerai atau menolong hingga korban melaporkan peristiwa tersebut kepada Tuti.

Bersama Tuti, korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tanjung Priok. Kepala Unit Reserse Polsek Tanjung Priok, Inspektur Satu Satria Oktoreza, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengejar para pelaku penganiayaan. Korban juga meminta perlindungan kepada aparat karena pelaku juga sempat mengancam akan menghabisinya.

Ramidi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pasangan Suami Isteri Bawa Kabur Rp. 1,3 Miliar
Sepasang Kekasih Diarak Setelah Berbuat Mesum
Warga Guntur Keroyok Tiga Pemuda
Bunuh Adik Tiri, Raja Pamecutan Ditahan Polisi
Lima Penjahat Bermodus Mobil Omprengan Diringkus

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data