|
Metro
Pusat Primata Ragunan Akan Miliki Fasilitas Baru
14 November 2002
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemda DKI Jakarta segera membangun fasilitas baru di pusat primata Kebun Ragunan, Jakarta Selatan. Fasilitas itu berupa kawasan tempat hidup beberapa jenis primata seperti orang utan, simpanse, owa-owa, dan lutung. Lembaga yang akan membantu pembangunan fasilitas tersebut adalah Yayasan Howlets-Tort Lympne, salah satu yayasan satwa yang berpusat di Inggris.
Hal tersebut dikemukakan Willy Smith, supervisor Pusat Primata Ragunan usai menemui Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balai Kota, Jakarta, Kamis (14/11). Dia didampingi kepala Kebun Binatang Ragunan, Edy Setiyarto. Selain Smith, juga hadir Peter Hitch Field, Direktur Kebun Binatang Howlets Tort Lympne, Inggris.
Pembangunan fasilitas baru itu, kata Smith, didasari hasil evaluasi terhadap empat gorila asal Inggris yang dianggap berhasil. Fasilitas itu sendiri direncanakan seluas 1,5-2 hektar. Hewan-hewan yang akan ditempatkan di lokasi tersebut sebelumnya sudah ada di pusat primata Ragunan yang diperoleh dari penyitaan dan sumbangan. Sebelumnya, hewan-hewan tersebut hidup di dalam kandang.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, fasilitas baru ini diharapkan sudah selesai dibangun. “Bentuknya ada goa di bawah tanah dan jembatan gantung raksasa agar pengunjung dapat melihat hewan-hewan ini di kehidupan alaminya,” kata Smith yang fasih berbahasa Indonesia ini.
Sampai saat ini, kata Smith, karena keberhasilan penempatan gorilla di tempat tersebut beberapa pihak juga telah menawarkan kerja sama untuk menempatkan gorila betinanya di pusat primata agar bisa berkembang biak.
Hingga saat ini, Pusat Primata Ragunan telah menghasilkan pemasukan ratusan juta rupiah meskipun belum lama dibuka untuk umum. Dengan penambahan fasilitas tersebut, pusat primata ini diharapkan mampu menghasilkan pemasukan miliaran rupiah per tahun. “Diharapkan pada hari Idul Fitri nanti atau high season bisa menyedot pengunjung 150 ribu orang per hari,” kata Smith.
Gubernur Sutiyoso dalam pertemuan tersebut juga berharap agar Pusat Primata Ragunan dapat menjadi kawasan hidup primata terbaik di dunia. Dia juga berharap, Kebun Binatang Ragunan bisa mandiri dan menghasilkan pemasukan seperti halnya Pusat Primata Ragunan.
Sebelumnya, Yayasan Howlets-Tort Lympne juga telah membantu pembangunan pusat primata seluas 13,5 hektar di area Kebun Binatang Ragunan. Saat ini telah ada kawasan tempat hidup bagi empat ekor gorila yang juga didatangkan langsung dari Inggris di pusat primata tersebut. Kawasan tempat hidup primata tersebut dibangun sedemikian rupa sehingga persis tempat hidupnya di alam bebas. Di dalam lokasi tersebut juga ditanam beberapa jenis tanaman yang menjadi makanan hewan. (Dimas Adityo-Tempo News Room)
|