TEMPO Interaktif, Jakarta: Persaingan bisnis ponsel merek lokal semakin panas saja. Pada 8 Agustus lalu, giliran MitoMobile meluncurkan tiga model ponsel terbarunya: Mito 200, Mito 298, dan Mito 828.
Tapi Mito belum melakukan gebrakan berarti. Sebagaimana vendor ponsel lokal lainnya, Mito masih menawarkan fitur dual mode, televisi analog, dan pemutar musik. Alhasil, pasar itu kian gemuk saja.
Agar berbeda, Mito mencoba menawarkan fitur tambahan. Pada Mito 298, misalnya, Mito menghiasinya dengan lampu warna-warni pada keypad, serta sisi samping dan punggung ponsel.
Itulah mengapa Mito 298 dinamai Party Phone. Bila musik berkumandang dari speaker-nya yang cukup bertenaga, otomatis lampu akan berkelap-kelip, seperti pemandangan di lantai dansa.
Memindahkan lagu cukup dilakukan dengan mengguncang ponsel. Fitur ini persis dengan teknologi yang ditanam pada ponsel pemutar musik Sony Ericsson.
Mito 298 melayani moda dual-on GSM-GSM yang bisa aktif bersamaan. Ia pun dilengkapi kamera beresolusi 1,3 megapiksel, slot kartu memori MicroSD, Bluetooth, pemutar musik, dan Radio FM. Layar 2,4 incinya sudah berteknologi sentuh.
Ponsel yang juga bisa dipakai untuk mengakses Internet via GPRS ini dibanderol Rp 1,375 juta. Pembeli mendapat bonus memori 512 MB dan baterai tambahan.
Ponsel televisi Mito adalah model 828. Ponsel ini mendukung moda dual CDMA-GSM yang bisa aktif bersamaan dan kamera 1,3 megapiksel.
Fitur-fitur lain pada ponsel ini tak jauh beda dengan "saudaranya", Mito 298, kecuali fitur televisi analog yang bisa diakses dengan antena tambahan. Layar sentuhnya memiliki lebar 2,4 inci dan dilengkapi dengan slot kartu MicroSD.
Mito 828 juga diperkuat dengan pemutar musik dan Radio FM. Pembeli ponsel seharga Rp 1,799 juta ini akan mendapat bonus memori 1 GB dan baterai cadangan.
Nah, ponsel yang terakhir adalah Mito 200. Layarnya lebih kecil dibanding para "saudaranya", hanya 2 inci. Kecuali tubuhnya yang terbuat dari logam, nyaris tak ada perbedaan berarti antara Mito 200 dan "saudaranya". Ponsel seharga Rp 1,025 juta ini mendukung moda dual-on GSM-GSM.
Dengan produk baru ini, MitoMobile yakin dapat berbicara di pasar lokal. "Tahun ini kami akan banyak melakukan promosi dan siap menggebrak pasar nasional," tutur Tjong Ie, Vice President MitoMobile.
Mito percaya diri lantaran telah bercokol di urutan teratas di Makassar, Manado, dan Kalimantan Timur. Mereka juga didukung 30 master dealer.
Salah satu kiat Mito adalah memperkuat layanan purnajual. "Tidak segan-segan, kami mendatangkan teknisi dari luar negeri," ujar Shirley Imanata, Marketing Manager MitoMobile.
Adapun Hansen Lie, Direktur MitoMobile, mengatakan ponsel-ponsel Mito memang tak jauh berbeda dengan buatan vendor lokal lainnya. Namun, dia meyakini bahwa soal kualitas, Mito masih unggul. "Di bandingkan dengan yang ada di pasaran, tingkat kerusakan produk kami masih sangat kecil," kata dia.
Deddy Sinaga