|
Chip Internet Qualcomm 42 Kali Kecepatan Telkom Speedy
Rabu, 06 Agustus 2008 | 11:00 WIB
TEMPO Interaktif, San Diego:Teknologi jaringan nirkabel pita lebar, high-speed packet access plus (HSPA+), kini semakin membumi saja. Awal bulan ini, Qualcomm mengumumkan keberhasilannya menciptakan data call berbasis jaringan itu.
HSPA+, yang juga dikenal sebagai HSPA Evolved, dirancang untuk pengguna jaringan nirkabel pita lebar dengan beragam layanan. Selain menawarkan data rate lebih tinggi, HSPA+ juga memiliki tingkat latency lebih rendah dan waktu respons yang lebih baik. Ia juga mempunyai daya tahan baterai yang lebih lama.
Untuk transfer data dan suara, HSPA+ mampu mencapai kecepatan transfer data 42 megabit per detik (Mbps) untuk downlink dan 22 Mbps untuk uplink. Untuk mencapainya bisa melalui beragam teknik canggih, termasuk multiple carrier untuk mentransfer data.
Perkembangan terkini pada jaringan yang termasuk wideband code division multiple access (WCDMA) itu bisa dilihat pada kemampuannya melakukan transfer data hingga 28 Mbps untuk downlink dan uplink hingga 11 Mbps.
Nah, data call berbasis HSPA Evolved buatan Qualcomm ternyata sanggup mencapai kecepatan 20 megabit per detik pada sebuah channel 5 MHz. Data call itu didukung cipset MDM8200. Inilah cipset pertama di dunia yang didesain khusus untuk jaringan HSPA+.
Data call secepat itu memungkinkan operator meningkatkan kapasitas data dua kali lipat dan kapasitas suara sampai tiga kali lipat jika dibandingkan dengan koneksi HSPA yang dipakai selama ini.
"Inisiatif ini menunjukkan prestasi baru bagi Qualcomm dalam evolusi HSPA," kata Alex Katouzian, Vice President of Product Management Qualcomm CDMA Technologies.
Menurut Katouzian, pengguna akhir (end user) akan menikmati koneksi Internet yang lebih cepat dengan HSPA+. "Operator jaringan akan menggunakan kesempatan ini untuk memberikan layanan yang lebih beragam bagi para pelanggan mereka," ujarnya.
HSPA+ memiliki kompatibilitas dengan generasi WCDMA terdahulu dan tidak memerlukan spektrum baru untuk implementasi. Operator dapat meningkatkan jaringan yang telah ada dan sumber-sumber spektrum untuk menawarkan bandwidth nirkabel dan kinerja generasi mendatang.
Cipset MDM8200 buatan perusahaan yang berbasis di San Diego, Amerika Serikat, itu. saat ini sudah tersedia bagi pelanggan. Ia kompatibel pada frekuensi yang telah ada, baik frekuensi 900 MHz maupun 2.5 GHz IMT-2000 extension band.
Namun, Qualcomm bukanlah perusahaan pertama yang mencoba "bermain-main" dengan koneksi nirkabel berkecepatan tinggi itu. Pada 10 Juni lalu, Telstra, perusahaan telekomunikasi asal Australia, sudah mengumumkan ketersediaan fitur HSPA+ pada jaringan mereka.
DEDDY SINAGA (Koran Tempo)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|