Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Retina di Lensa Kamera
Selasa, 12 Agustus 2008 | 13:47 WIB

TEMPO Interaktif, Paris: Terinspirasi oleh anatomi manusia, peneliti di Amerika Serikat memproduksi kamera elektronik lengkung pertama di dunia. Berukuran dan berbentuk persis seperti bola mata manusia, kamera yang ditenun dari detektor-detektor silikon menjadi sebuah jaring fleksibel itu mengantar manusia ke sebuah generasi baru kamera video dan digital yang bebas distorsi.

Industri kamera sudah lebih dari 10 tahun berusaha membuat lensa sederhana yang memproyeksikan sebuah gambar melengkung ke bagian belakang kamera secara sempurna. Tapi, karena kamera-kamera yang ada saat ini--baik film maupun digital--menggunakan detektor cahaya yang datar, maka akan selalu terjadi distorsi di tepian gambar yang tercetak atau terekam.

Itulah alasan kenapa retina mata manusia atau mamalia lainnya berbentuk cembung atau lengkung sehingga tidak ada distorsi. Lensa-lensa kamera yang baik memang bisa mengurangi distorsi, tapi harus lewat desain yang kompleks dan mahal.

Mereka bisa saja menyatakan bahwa sudah ada teknologi yang bisa mengolah lebih dari 10 juta piksel menjadi sebuah gambar, tapi ya itu, belum mampu mengatasi problem klasik distorsi yang tercipta oleh perekam gambar yang datar.

Penyebabnya jelas, sensor-sensor cahaya yang konvensional tidak bisa dibuat melengkung tanpa merusak <I>wafer</I> semikonduktor, tempat piksel-piksel sensitif cahayanya tertanam. <I>Wafer</I> itu sangat kaku dan rapuh, serta akan retak bila melengkung satu persen saja.

Dari situlah muncul terobosan yang diciptakan oleh John Rogers dari University of Illinois dan Yonggang Huang dari Northwestern University. Mereka mengatasi keterbatasan itu dengan cara menghubungkan piksel-piksel sensitif cahaya dengan kabel-kabel mungil dan fleksibel yang bisa melengkung sampai 40 persen.

Jaring elektronik yang tercipta ini dipasang ke sebuah membran karet yang lalu dibentuk dengan cara ditarik atau dibuat melar mengikuti lekuk retina mata. Membran akhirnya menjadi sebuah lensa kamera.

"Riset ini benar-benar transformatif," ujar Ken Chong, penasihat di National Science Foundation Engineering Directorate, yang mendanai studi Rogers dan Huang.

"Menggunakan prinsip-prinsip mekanika yang sederhana, para peneliti untuk pertama kalinya memproduksi peralatan elektronik pada sebuah permukaan lengkung sehingga mereka dapat merekam gambar sama seperti yang terekam mata manusia," Ken Chong menambahkan.

Dalam komentarnya yang dimuat <I>Nature</I>, Takao Someya dari University of Tokyo menyatakan teknologi baru itu mengusung kebangkitan kelas baru dari peralatan perekam gambar dengan medan sudut pandang yang lebar, distorsi rendah, dan ukuran yang kompak.

Saat ini, Rogers dan Huang memang baru sebatas membuat detektor yang beresolusi 256 piksel. Meski demikian, mereka yakin urusan <i>scale up</i> akan sangat mudah.



<b>AFP/Whyfiles</b>


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Berburu Atlet Nakal
Eksperimen Fisika Terbesar Dijadwalkan Bulan Depan
Roda Tanpa Ban Dalam
Hujan Dilarang Turun di Beijing
Dari Bulu Ayam Jadilah Rumah
Fondasi Gedung Teater Shakespeare Ditemukan
Ular Terkecil
Tempe Ekspres
Tes Kebohongan Ryan
Terancam Punah
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk130507 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data