Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Hewan Kebun Binatang Dijual
Rabu, 25 Juli 2007 | 14:53 WIB

TEMPO Interaktif, Berlin:

Bila petugas kebun binatang berulah, beginilah jadinya: daging hewan piaraannya dijual demi duit. Itulah yang terjadi di kebun binatang Thueringer Zoopark di Kota Erfurt Jerman, baru-baru ini.

Walikota Erfurt, Andreas Bausewein, pun berang dan mengambil tindakan. "Pembunuhan dan penjualan hewan itu telah dihentikan," kata pemimpin kota dengan 200 ribu penduduk itu pada senin lalu. Namun belum jelas apa sanksi bagi petugas yang membunuh satwa-satwa itu.

Para petugas di kebun binatang itu ketahuan membunuh dan menjual kambing, domba, babi, dan satwa liar lain yang mereka rawat saban hari. Kantor walikota menemukan bahwa sebagian satwa telah hilang dan diduga telah dibunuh tanpa izin untuk dijual dagingnya.

Peristiwa ini telah memancing protes dari aktivis pecinta satwa liar dan meminta direktur kebun binatang dipecat. Pekan lalu, kejaksaan kota Erfurt telah melancarkan investigasi setelah Bausewein meminta mereka turun ke kebun binatang yang memelihara jerapah, monyet, gajah, dan sejumlah satwa peliharaan seperti keledai, kambing, dan babi.

Asosiasi Perlindungan Satwa Jerman mengatakan tindakan para petugas itu telah melanggar undang-undang perlindungan satwa dan khawatir kasus-kasus semacam itu sudah terjadi sebelumnya. "Kami khawatir ini hanya puncak gunung es," kata Wolfgang Apel, presiden asosiasi itu.

Adapun direktur kebun binatang, Hans-Guenther Collette, mengatakan demi mencegah terjadinya kasus serupa di masa datang, mereka akan mempublikasikan jumlah dan keberadaan satwa di sana. "Kami akan melampirkan daftar lengkap satwa di kebun binatang dan memperbaharuinya secara teratur," ujarnya.

DEDDY SINAGA | AP

Dari Arsip Majalah TEMPO
Monster Bersungut dari Sangkulirang | 10 Januari 2005
Nasib Mereka di Ujung Tanduk  | 07 Juni 1999
Suaka Gersang di Belantara Jakarta | 22 November 2004
Mengintip Jejak Harimau Jawa  | 12 Januari 1999
Menunggu Kepunahan di Siberut | 11 Oktober 2004
Mereka yang Mengawal Bumi  | 07 Juni 2004
Bohorok: Lebih dari Musibah  | 10 November 2003
Wajah Muram Rimba Kita  | 26 April 2004
Mengawal Fosil Hidup Warisan Purba  | 05 April 2004
Bupati Tersandung di Bogani  | 08 September 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Taman Nasional Meru Betiri Siaga Penuh
Tower di Gunung Penanjakan Akan Ditertibkan
Pendirian Kecamatan di Taman Nasional Siberut Dipertanyakan
Bupati Lebak Menolak Perluasan Taman Nasional
Upaya Kota Manado Kuasi Taman Nasional Bunaken Tak Mudah
14 Taman Rusak Akibat Banjir
Vila Liar di Puncak Akan Ditertibkan
Bunga Sakura Tumbuh Subuh Selorejo Malang.
Penyembunyi Noor Din M Top Dipenjara Lima Tahun
Abu Sayyaf Divonis 12 Tahun Penjara
> selengkapnya...

Website

Illegal Logging Response Center

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104343 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data