Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

In Memoriam Relief Well
Jum'at, 29 Desember 2006 | 14:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sudah hampir sebulan ini lokasi pengeboran sumur miring (relief well) di Desa Siring, Porong, Sidoarjo, tampak sepi. Rig yang disewa dari Australia mangkrak dan mematung di antara gelegak luapan lumpur di kolam-kolam sekelilingnya.

Tak ada aktivitas seorang insinyur pun di lokasi itu. Yang tersisa hanya beberapa petugas satuan pengaman yang sesekali diempas debu truk pembawa pasir dan batu penyusun tanggul-tanggul. Truk-truk itu hanya melintas, tak pernah lagi berbelok ke lokasi sumur.

Rudi Rubiandini, satu di antara insinyur yang semestinya bekerja di lokasi itu, saat ini justru sedang berada di Singapura, berlibur. "Saya menunggu call saja dulu, baru kembali bekerja," katanya. Tapi, masalahnya, kapan teleponnya akan berdering, Rudi tidak bisa memastikan.

Ahli geologi di Institut Teknologi Bandung itu mengungkapkan, sudah sejak 2 Desember lalu ia dan tim di sumur miring itu menganggur. "Di lokasi relief well II lebih parah lagi. Sejak Oktober tidak ada kegiatan," katanya.

Hingga saat ditinggalkannya dulu, kedalaman miring sumur sudah mencapai 3.600 kaki--atau 30 meter saja dari sumur lama Banjar Panji-1. Posisi itu dicapai dengan susah payah setelah tim bolak-balik dilanda masalah yang kebanyakan nonteknis, seperti penolakan warga dan intervensi luapan lumpur yang menghambat pekerjaan sekaligus mengancam keselamatan pekerjanya.

Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan kali ini Lapindo Brantas Inc. berhenti mengucurkan dana operasional. "Orang dari Halliburton sempat minta dana sebesar US$ 3 juta untuk kepastian sewa rig dan keberlangsungan proses kerja lainnya, tapi tak pernah diberikan," ujar seorang sumber.

Tim pengarah dari Halliburton, Amerika Serikat, dan pakar lainnya dari mancanegara memang keroyokan membuat sumur miring. Bersama Rudi, mereka bahu-membahu mengusung teknik pamungkas untuk bisa menyumbat semburan lumpur liar yang tidak kunjung mereda sejak Mei lalu dan malah telah merendam 11 desa itu.

Rudi Novrianto, juru bicara tim nasional di Porong, menyatakan memang ada kesulitan aliran dana. "Dananya ada, tapi karena untuk urusan-urusan darurat, sering kali tidak mencukupi," katanya.

Tapi ia memastikan upaya pengeboran sumur miring tidak akan pernah surut. "Betapa pun kecil peluangnya, tetap akan kami coba," katanya. Pekerjaan saat ini terhenti, menurut dia, karena memberi kesempatan kepada para insinyurnya untuk berlibur. "Lokasi relief well II juga harus ditinggikan dulu sebelum mulai kembali dibor," ujarnya.

Rudi Rubiandini berharap masa "berlibur"-nya memang tidak lebih panjang lagi. Ia kini termasuk segelintir ahli yang masih percaya 100 persen bahwa semburan lumpur bisa dipantek habis. Ia bukan tidak menyadari situasi itu. Tapi, kalaupun relief well terpaksa ditanggalkan, dia hanya berpesan, "Jangan salahkan teknologi relief well karena kami tak punya kesempatan menyelesaikannya."

Wuragil | Fatkhurrohman Taufiq (Porong)


Dari Arsip Majalah TEMPO
Inovasi | 11 April 2005
Selamat Datang di Surga Nirkabel | 04 April 2005
Hijrah Seorang Penyiar MTV | 28 Maret 2005
Revolusi dari Ruang Bawah Tanah | 28 Maret 2005
Inovasi | 28 Maret 2005
Ketika Logam Mudah Keropos | 28 Maret 2005
Inovasi | 21 Maret 2005
Etalase | 21 Maret 2005
Inovasi | 14 Maret 2005
Etalase | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Gelar Rapat Lanjutan Lumpur Lapindo
11 Desa Sudah Terendam Lumpur
Jembatan Tol Surabaya-Gempol Dibongkar
Tiga Warga Perumtas Terjebak Lumpur Panas
Gorontalo Siap Pasarkan Biodiesel Murni
LIPI Gelar Pameran Siaga Bencana
Warga Perumahan Tanggulangin Terjebak Lumpur
Tim Nasional Kebut Pembuatan Kanal Lumpur
Semburan Air di Jalan Raya Porong Terus Keluar
Penerbangan Antarkota di Jawa Timur Mulai 2007
> selengkapnya...

Referensi

Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
Kesia-siaan TPST Bojong
Mengenal Teknologi Ballapress di TPST Bojong

Website

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk90222 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2006>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data