Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Be 200 Vs Api Gambut
Jum'at, 03 November 2006 | 01:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Titik-titik api kebakaran di hutan gambut Indonesia terbukti bandel. Ketebalan tanah gambut lebih dari tiga meter yang terbakar tidak bisa diatasi dengan mudah oleh kedua pesawat waterbomber Beriev Be 200 yang khusus disewa dari Rusia.

“Pilotnya seperti penasaran,” ungkap Asep Karsidi, Direktur Teknologi Modifikasi Cuaca di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang terlibat dalam tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan lewat udara kemarin. “Dia sudah bolak balik sembilan kali mengebom, titik api belum juga padam sepenuhnya.”

Asep menerangkan, sepanjang Rabu lalu -hari pertama operasional pemadaman- armada pesawat itu harus beroperasi bahu membahu, mengeroyok, satu titik api yang sama. Butuh dua kali penerbangan selama sekitar enam jam, dan sembilan kali bolak balik mengebom dalam setiap penerbangannya, sebelum kedua pilot pesawat merasa puas. “Baru hari ini saya lihat mereka sudah mulai beralih ke titik yang lain,” kata Asep.

Sebanyak 30 kru yang disewa satu paket dengan kedua pesawat Be-200 kelihatannya memang harus bekerja keras. Kebakaran yang mereka hadapi kali ini terjadi di kawsan hutan gambut. Tidak banyak wilayah di dunia yang memiliki jenis hutan seperti ini. Kebanyakan ada di Indonesia dan Brazil.

Tanah hutan gambut sangat tebal, bisa sampai belasan meter. Di Sumatera Selatan diduga kedalamannya sekitar tiga meter. Itu artinya, bila terbakar, baranya masih membara di balik permukaan tanah yang terlihat.

Sebagai ilustrasinya, “Butuh hujan turun bertubi-tubi untuk bisa benar-benar memadamkannya,” kata Asep.Beruntung, kemarin mereka terbantu hujan yang mulai turun.

(wuragil)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk87024 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2006>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data