Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Euro 2008  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tak Ada Keajaiban buat Yunani
Senin, 16 Juni 2008 | 10:20 WIB

TEMPO Interaktif, SALZBURG:-- Yunani pernah merasakan keajaiban itu saat mereka menjuarai Piala Eropa empat tahun lalu. Ketika itu mereka menundukkan tuan rumah Portugal pada partai final dengan skor 1-0.

Tapi yang namanya keajaiban memang sangat jarang terjadi. Di Stadion Wals Siezenheim, Salzburg, Austria, kemarin dinihari, Yunani takluk oleh Rusia, juga dengan skor yang sama saat mereka menjadi juara untuk pertama kalinya. Alhasil, tim dari Negeri Dewa itu harus segera pulang kampung.

Sedangkan Rusia bersama Swedia masih memiliki peluang mendampingi Spanyol ke perempat final. Kedua kesebelasan akan bertanding pada Kamis nanti.

Tentu saja hasil buruk itu membuat kecewa pelatih Yunani berkebangsaan Jerman, Otto Rehhagel. Ia memperkirakan keajaiban itu hanya datang sekali dalam tiga dekade. "Bila itu datang saban pekan, itu bukan sebuah keajaiban," katanya.

Meski begitu, gelandang Giorgos Karagounis menilai timnya sudah membuktikan bahwa mereka memang dapat bermain bagus. "Namun, untuk berhasil dalam turnamen ini, Anda juga harus memiliki keberuntungan. Kami tidak mempunyai itu," ujar pemain bernomor punggung 10 ini.

Bagi pelatih tim nasional Rusia, Guus Hiddink, kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa para pemainnya mampu tampil dalam sepak bola tingkat tinggi. "Saya sangat senang mereka telah bereaksi cepat," kata pelatih asal Belanda ini.

Mengenai partai hidup-mati melawan Swedia, Hiddink memperkirakan pertarungan akan berlangsung sengit. Ia menilai Swedia merupakan tim yang tangguh dan berpengalaman. Bila dilihat dari sejarah Piala Eropa, prestasi Rusia lebih mengkilap ketimbang Swedia. Merekalah juara pertama Piala Eropa saat digelar pertama kali pada 1960. Ketika itu Rusia masih tergabung dalam negara Uni Soviet. AFP | International Herald Tribune | Faisal Assegaf


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Calon Pencetak Gol Terbanyak
Aragones Istirahatkan Pemain Bintang
Maraknya Gol oleh 'Orang Asing'
Bilic: Kami Tidak Bodoh
Scolari Mengaku Keliru
Demi Uang, Scolari ke Chelsea
Turki Menang, Penonton Rusuh
Yakin 2, Portugal 0
Turki Kubur Impian Ceska
Gooooollll!!! Turki 3, Ceska 2
> selengkapnya...

Referensi

SKUAD AUSTRIA
SKUAD JERMAN
Stadion Letzigrund Zurich, Swiss
Stadion Tivoli-Neu Innsbruck, Austria
Stade de Geneve Jenewa, Swiss
Stadion Wals-Siezenheim Salzburg, Austria
Stade De Suisse Wankdorf Bern, Swiss
Stadion Hypo-Arena Klagenfurt, Austria
Stadion St Jakob-Park Basel, Swiss
Stadion Ernst Happel Wina, Austria
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk125562 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2008>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data