|
Bola Euro 2008, Mimpi Buruk Bagi Para Kiper
Sabtu, 07 Juni 2008 | 07:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para kiper yang bermain di Austria dan Swiss sudah mendapat tambahan persoalan bahkan sebelum peluit awal pertandingan dibunyikan. Persoalan itu satu: bola yang dipakai.
Panitia Euro 2008 menggunakan bola teknologi baru produksi Adidas, bernama Europass, untuk semua pertandingan yang dimulai hari ini. Dalam event penting, bola yang dipakai memang biasa tipe baru. Pada Piala Dunia 2006 di Jerman, digunakan tipe Teamgeist buatan Adidas. Pada 2004, saat Euro di Portugal, bolanya adalah Ruteiro, yang juga dibuat Adidas.
Setiap bola ini memiliki karakter berbeda, termasuk Europass. Kiper Jerman, Jens Lehmann, sudah mengeluhkan sulitnya menangkap dan memperkirakan bola Europass. Bekas kiper nomor satu Arsenal itu, setelah kebobolan dua kali dalam pertandingan uji coba melawan Belarusia, mengatakan, "Bolanya sulit."
Lehmann tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang ia maksud dengan bolanya "sulit" itu. Tapi keluhan ini tidak hanya muncul dari kiper Jerman. Kiper Italia, Gianluigi Buffon, dan cadangannya, Marco Amelia, mengungkapkan hal serupa.
Amelia, yang biasa menjaga gawang tim Livorno, mengatakan bola itu terlalu berat. Adapun Buffon mencoba berpikir positif meskipun mengeluhkan hal ini. "Mungkin kami hanya belum terbiasa," kata kiper Juventus ini. "Tapi ini tidak jadi masalah, bagaimanapun saya tetap akan menangkap bola."
Adidas bukannya tidak memperhitungkan para kiper saat merancang bola ini. Lapisan terluar bola ini adalah PSC dengan julukan "Goosebump", yang diberi tekstur. Lapisan ini membuat bola "lekat" di sepatu sehingga enak dikendalikan sepatu. Menurut Adidas, lapisan ini juga makin enak ditangkap kiper.
Tanpa lapisan Goosebump itu, bola ini sendiri tidak berbeda jauh dengan Teamgeist yang ditendang tim Italia saat memenangi Piala Dunia 2006 di Jerman. Europass diperkenalkan saat undian grup di Lucerne tahun lalu, yang mulai dipasarkan kepada umum pada Desember tahun silam.
Bola itu sudah diuji di Universitas Loughborough, Inggris, dan laboratorium sepak bola Adidas di Scheinfeld, Jerman, sebelum yakin hasilnya.
Meski para kiper mengeluh, bola itu akan tetap dipakai. Para kiper tentu saja sadar akan kesulitannya, tapi mereka mencoba bersikap positif. Seperti Buffon katakan, "Bagaimanapun saya tetap akan menangkap bola."
Nurkhoiri | Times | SW | Adidas
INDEKS BERITA LAINNYA :
|