|
Minyak Diperdagangkan di Bawah US$ 100
Senin, 15 September 2008 | 12:32 WIB
TEMPO Interaktif, Singapura: Minyak dunia diperdagangkan di bawah US$ 100 di Asia Senin setelah taksiran awal menunjukkan kerusakan infrastruktur minyak AS akibat Hurikan Ike tidak seburuk yang dikhawatirkan.
Harga juga tertutup oleh kegelisahan atas kondisi pasar keuangan global saat sebuah konsorsium bank Senin mengumumkan rencana untuk menyiapkan US$ 70 miliar untuk menalangi tekanan dari kemungkinan ambruknya perusahaan raksasa Lehman Brothers.
Kontrak utama New York, minyak light sweet untuk pengiriman Oktober di perdagangkan US$ 99,05. Harganya ditutup US$ 101,18 Jumat dan sempat mencapai posisi US$ 98,51 Senin ketika Bursa Perdagangan New York mengadakan sesi khusus terkait Hurikan Ike.
Minyak Laut Utara Brent untuk pengiriman Oktober turun US$ 1,56 dari Jumat menjadi US$ 96,02.
Pejabat AS mengatakan hari ini bahwa Ike yang menghantam Pantai Teluk AS Sabtu merusak 10 infrastruktur minyak di Teluk Meksiko yang menjadi lokasi instalasi energi utama.
"Persepsi awal adalah tidak banyak kerusakan struktur infrastruktur minyak dan pengolahan," kata David Moore ahli strategi komoditas dari Commonwealth Bank yang berbasis di Sydney.
"Hal lainnya mungkin fundamental minyak telah menjadi lebih mudah. Saya pikir ada sentimen kemarahan di pasar," ujarnya.
Harga minyak turun hampir sepertiga dari rekor di atas US$ 147 bulan Juli saat investor semakin pesismistis atas permintaan energi yang melemah di tengah ekonomi global yang melambat.
Investor mengkhawatirkan pengumuman Senin bahwa konsorsium 10 bank berencana menyiapkan US$ 70 miliar untuk membantu menalangi tekanan kredit di tengah antisipasi ambruknya Lehman Brothers.
Pengumuman itu muncul setelah Federal Reserve mengumumkan langkah-langkah baru untuk memudahkan akses kepada kredit darurat untuk perusahan keuangan yang sedang kepayahan, dengan memperluas jaminan yang digunakan untuk pinjaman bank sentral.
Langkah yang tidak biasa itu muncul setelah pasar uang dikaitkan dengan kemungkinan ambruknya Lehman Brothers, yang kejatuhannya akan mengirim gelombang kejutan ke sistem keuangan dunia keseluruhan.
Mantan raksasa Wall Street itu menjelang ambruk dan sedang berjuang mendapatkan pembeli untuk mendapatkan injeksi modal setelah rugi US$ 3,9 miliar di kuartal ketiganya terkait pemutihan aset hipotek.
AFP/Erwin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|