Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Investor Korea Mulai Masuk Korean Town Jakarta
Kamis, 11 September 2008 | 11:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta :Investasi pengusaha asal Korea Selatan di kawasan Korean Town, Jakarta, hingga saat ini mencapai US$ 10 juta. Investasi itu digunakan untuk mengembangkan berbagai usaha di kawasan bisnis hasil kerja sama pengusaha Korea Selatan dan Pemerintah DKI Jakarta itu.


“Usahanya antara lain restoran, jasa perdagangan, dan pabrik roti,” kata Gi Man Song, Direktur Utama PT Korea World Center Indonesia, pengembang Korean Town, dalam siaran pers, Kamis (11/9). Nilai investasi masing-masing perusahaan Korea Selatan itu berkisar US$ 3-5 juta.

Beberapa perusahaan telah mulai beroperasi seperti restoran Amigos & Cafe. Menurut Gi Man Song, tujuh perusahaan Korea Selatan lainnya segera menyusul antara lain PT GMS Arittawun Indonesia (distributor golf dan pakaian), PT Lee Bakery Indonesia (perusahaan kue dan roti), PT Bonif Indo (restoran), dan PT GMS Invest International (perusahaan jasa akomodasi hotel dan pembangunan apartemen).

Jumlah investasi itu, masih jauh dari target yag ditetapkan, yaitu US$ 200 juta atau sekitar Rp 1,84 triliun hingga 2010 mendatang. Namun Gi Man Song optimistis. “Kawasan Korean Town dan fasilitas pendukung lainnya hampir rampung," tandasnya.

Korean Town merupakan hasil kerja sama operasi antara pengusaha Korea Selatan dan Pemerintah DKI Jakarta dengan skema build-operate and transfer selama 30 tahun. Kawasan bisnis seluas 3,1 hektar itu, berlokasi di Pulo Mas, Kayu Putih, Jakarta Timur.

Sejak 2001, pengembang telah menggelontorkan dana sekitar Rp 100 miliar untuk pembangunan beberapa blok gedung perkantoran dan fasilitas pendukung lainnya. Menurut Gi Man Song, nilai investasi akan terus ditingkatkan hingga mencapai 150 miliar. Sementara, dari sekitar 250 ruang perkantoran yang ada, 65 persen lebih sudah terisi.

Dia memprediksi, dalam dua tahun mendatang total omzet transaksi bisnis di kawasan itu berkisar Rp 250-300 miliar per tahun, dengan asumsi rata-rata per bulan Rp 10 miliar. Sedangkan tenaga kerja baru yang terserap, diharapkan sekitar 1500-2000 orang.

Harun Mahbub


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gandakan Kapasitas DHL Investasi US$ 210 Juta
Pengusaha Tunda Investasi Hingga Pemilu
Kenaikan Harga Bahan Bakar Dorong Investasi
Promosi Investasi Indonesia Masih Lemah
Pengusaha Kecewa Putusan MK
Altimo Berminat Masuk Ke Bisnis Seluler
Berencana Investasi, Putin Kunjungi Indonesia
Haier Segera Akuisisi Pabrik Perakitan
Pengusaha Desak Pembuatan Peraturan Pemerintah Penanaman Modal
Pengusaha Inggris Minta Masalah Hukum dan Hambatan Modal Diatasi
> selengkapnya...

Referensi

Realisasi Investasi

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk134925 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data