Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Produksi Gas dan Batu Bara Tahun 2009 Disepakati
Senin, 08 September 2008 | 14:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rapat Kerja Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat bersama Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menyepakati produksi gas dan batu bara tahun 2009.

Lifting gas dipatok pada 2.747.107 BBTU. Angka ini setara dengan produksi gas sebesar 7.526 BBTUD, serta ekuivalen dengan produksi minyak 1.384 juta barel per hari. Sedangkan produksi batu bara tahun depan sebesar 250 juta ton atau ekuivalen 2.875 juta barel per hari. 

"Angkanya cukup besar karena kami menilai gas dan batu bara dari waktu-ke-waktu akan menggantikan minyak," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di penghujung rapat, Senin (8/9). 

Sebelumnya, Purnomo mengatakan batu bara dan energi baru terbarukan bakal menjadi primadona kebutuhan energi mendatang. Sumber energi fosil, cepat atau lambat, bakal menurun jumlahnya. 

Dia menjelaskan, produksi gas bumi yang dimulai sejak tahun 1970-an masih akan meningkat. Meski, potensi penurunan tetap terbuka jika tak ditemukan cadangan baru. 

Apalagi, kondisi minyak bumi yang saat ini telah menunjukkan gejala penurunan. Kendati pada 2011-2012 akan menunjukkan kenaikan, Purnomo menilai kenaikan itu hanya sementara. 

"Karena itu saat ini kami mengajukan konversi ke penggunaan gas," katanya. 

Rapat ini belum memutuskan soal subsidi listrik yang juga masuk dalam agenda. Dewan dan Pemerintah sepakat membahasnya pada pertemuan berikutnya yang belum ditentukan. 

Pada rapat ini, Pemerintah mengajukan usulan asumsi subsidi listrik tahun 2009 sebesar Rp 60,43 triliun. 

Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, J. Purwono memaparkan, asumsi itu terdiri dari subsidi tahun berjalan 2009 sebesar Rp 61,33 triliun dan kekurangan subsidi 2007 hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan sebesar Rp 5,48 triliun. Sehingga total subsidi seharusnya mencapai Rp 66,81 triliun. 

"Total subsidi tahun berjalan itu akan dikurangi dengan asumsi lainnya," katanya. 

Pengurangan yang dimaksud adalah dengan memasukkan carry over subsidi tahun depan ke dalam tahun anggaran 2010 sebesar Rp 1,57 triliun dan langkah penghematan yang diperkirakan mencapai Rp 6,17 triliun. 

Menurut Purwono, asumsi subsidi itu telah disesuaikan dengan beberapa asumsi lainnya, yakni pertumbuhan listrik yang berubah dari sebelumnya diasumsikan 6,72 persen menjadi 5,63 persen. 

Asumsi lainnya, harga gas dari 3,47 dolar AS per MMBTU naik menjadi 3,70 dolar AS per MMBTU. Harga batu bara dari semula 650 per kilogram menjadi 750 per kilogram. Sedangkan alpha MFO atau margin dari penyaluran minyak bakar dari Pertamina untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari semula 5 persen menjadi 9 persen. 

Agoeng Wijaya


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gas Price Should Follow on Oil
Penyimpangan Pengelolaan Minyak Ratusan Triliun Rupiah
Indonesia Pelajari Teknologi Eksplorasi Migas Supar Cepat
Pengembalian Cost Recovery Tak Ganggu Arus Kas Pertamina
Kadin Jawa Tengah dan Jawa Timur Desak Exxon Eksplorasi 2008
Bagi Hasil Migas Musibanyuasin Turun
Banten Gandeng Pengusaha Malaysia Garap Pontesi Migas
Eksplorasi Migas di Jambi Resahkan Warga
Tubagus Haryono Pimpin BPH Migas
Kontrak gas Island Power Terancam Batal
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk134316 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data