Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Listrik Tanjung Jati di Atas US$ 4,3 Sen
Sabtu, 06 September 2008 | 00:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga jual listrik proyek perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B diperkirakan melebihi US$ 4,3 sen per kilowatt per jam (kWh). Harga tersebut didasarkan atas asumsi harga batu bara yang harus ditanggung melebihi US$ 30 per ton.

Berdasarkan informasi yang diterima Tempo kontrak jual-beli listrik proyek perluasan Tanjung Jati menggunakan asumsi harga batu bara US$ 30 per ton. Dengan asumsi harga itu, maka harga listrik yang disepakati sebesar US$ 4,3 sen per kWh. Masalahnya, harga batu bara di pasar internasional saat ini sekitar US$ 100 per ton. Harga tersebut merupakan harga di mulut tambang atau harga pada saat pengapalan (freight on board/FOB). Jika ditambah biaya transportasi dan asuransi, maka biayanya sekitar US$ 130 per ton.

Sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 44 Tahun 2006 tentang Pembelian Tenaga Listrik Berbahan Bakar Batu Bara Melalui Pemilihan Langsung, asumsi harga batu bara ditetapkan sebesar US$ 30 per ton.

Menurut sumber Tempo, selisih biaya batu bara tersebut nantinya akan dibebankan (pass throught) kepada PLN. "Harga listriknya bukan US$ 4,3 sen, tapi bakal lebih dari itu, bisa lebih US$ 6 sen," ujarnya.

Namun, Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfataan Energi Jack Purwono menyatakan, harga jual listrik proyek pengembangan Tanjung Jati B sangat murah. "Harga US$ 4,3 sen cukup kompetitif dan murah," ujarnya, Jumat (5/9).

Dia menjelaskan, pemerintah sudah menyetujui penambahan kapasitas 2x600 megawatt Tanjung Jati yang dilakukan oleh Sumitomo Corporation. "Mereka sudah melaporkan kepada kami persetujuan ekspansi Tanjung Jati B," katanya.

Purwono mengatakan, investasi proyek tersebut akan mencapai US$ 1,2-1,5 miliar. Biaya proyek akan diperoleh dari Japan Bank International for Cooperation (JBIC) dan beberapa bank asing lainnya. "Konstruksi mulai dikerjakan pada 2009 dan beropeorasi pada 2012," ujarnya.

Dalam waktu dekat PLN dan Sumitomo akan menandatangani persetujuan final kontrak tersebut. "Kedua pihak sedang menunggu tanda tangan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral," kata Purwono.

Proyek pertama Pembangkit Tanjung Jati B dengan kapasitas 660x2 megawatt diresmikan pada 14 Oktober 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembangkit senilai US$ 1,6 miliar merupakan satu dari 26 proyek listrik swasta yang berhasil negosiasi ulang.

Pembangkit Tanjung Jati B terhenti proyek pembangunannya akibat krisis ekonomi pada 1998. Proyek listrik itu dilanjutkan setelah investor Sumitomo dan Japan Bank International for Cooperation mendapatkan jaminan fasilitas likuiditas dari pemerintah.

PLN dan Sumitomo membentuk perusahaan pengelola, PT Central Java Power, untuk mengelola pembangkit dengan menggunakan pola leasing. Harga jual listrik Tanjung Jati B saat ini diperkirakan lebih dari US$ 6 sen per kWh. Harga tersebut melebihi kesepakatan awal sebesar US$ 3,86 sen untuk batas bawah dan batas atas US$ 5,6 sen.

ALI NUR YASIN | SORTA TOBING

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 11 April 2005
Proyek Sarat Insentif | 28 Maret 2005
Jalan Lain Mencari Investor | 28 Maret 2005
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah | 28 Pebruari 2005
Ramai Kaget Tagihan Naik | 17 Januari 2005
Belum Rugi, Hanya Ragu | 20 Desember 2004
Waswas Tercekik di Tangan Swasta | 20 Desember 2004
Buang Jauh Mimpi itu | 20 Desember 2004
Buah Kekalahan Pertamina | 20 Desember 2004
Rp 157 Miliar Akibat Listrik Padam  | 24 Mei 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BP Solar Jual Pembangkit Tenaga Surya
Peraturan Presiden Proyek Listrik 10.000 Megawatt Tahap Kedua Siap Terbit
Sanksi Pemutusan Listrik Mal Dihapuskan
Tata Steel Lirik Proyek Pembangkit di Indonesia
Pembangkit Listrik Baru Dibangun di Sumatera Selatan
Malang Akan Bangun 60 Pembangkit Listrik Tenaga Surya
PLN-Pengusaha Jawa Tengah Sepakat Ubah Jam Kerja
PLN Uji Coba Lampu Hemat Energi di Kudus
Audit Pembangkit PLN Digelar
PLN Akui Pernah Gunakan Batu Bara di Bawah Standar
> selengkapnya...

Referensi

Hemat Energi Versi PLN
UU RI nomor 20 Tahun 2002 Tentang Ketenagalistrikan

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
PT PLN (Persero)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk134036 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data