Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pelaku Usaha Berharap BI Rate Tak Naik
Rabu, 03 September 2008 | 11:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Selama semester pertama 2008, pertumbuhan industri makanan dan minuman minus 3,43 persen. Sementara target pertumbuhan pada 2008 ini sebesar 3,18 persen. Oleh karena itu anga pertumbuhan pada semester dua ini, harus mencapai 6,5 persen. Agar angka tersebut tercapai maka, besaran suku bunga kredit diharapkan tidak lebih dari 15 persen, serta angka tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tidak lebih dari 9 persen.  

Harapan itulah yang diungkapkan oleh kalangan pelaku. "Sehingga, meski BI masih memiliki ruang untuk menaikkan BI Rate karena inflasi tahunan kita cukup tinggi, tetapi dampak secara makronya bila tidak hati-hati justru merugikan," ungkap Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Tohmas Darmawan. Menurut dia, inflasi yang tinggi selama ini diakibatkan oleh lonjakan harga minyak dunia yang menyebabkan harga pangan juga melesat naik. Namun, kini, harga minyak telah turun. Sehingga, hal itu perlu dipertimbangkan oleh BI dan pemerintah.

Memang, kata Thomas, ada alasan lain selain meredam inflasi yang digunakan pemerintah dan BI yaitu menarik investasi dengan menaikkan suku bunga. "Tapi, sekali lagi, bunga tinggi justru banyak ruginya ketimbang untungnya. Terutama, para debitur kendaraan bermotor, rumah, yang bunganya floating," tandas Thomas. Terlebih, fakta juga menunjukkan, selama ini lambatnya pertumbuhan industri, khususnya industri makanan dan minuman lebih dikarenakan suku bunga yang tinggi, biaya listrik yang meningkat, serta penurunan daya beli.

Suku bunga kredit yang mencapai 15 persen dinilai sudah sangat tinggi dan memberatkan dunia usaha. Oleh karena itu, bila perkembangan industri terus berkembang untuk menyokong pertumbuhan ekonomi secara umum, Thomas berharap penetapan BI Rate yang rencananya akan dilakukan berbarengan dengan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI besok (Kamis, 4/9), tidak menaikkan tingkat bunga acuan itu. Menurutnya, BI Rate yang diharapkan oleh pelaku usaha tetap dibawah 9 persen. "Kalau bisa tetap, kan inflasi bulan lalu hanya 0,51 persen dan harga minyak juga turun," kata Thomas.  

Arif Arianto

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 04 April 2005
Vonis untuk Orang di Balik Layar | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Kisah Saham yang Tergadai | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Bunga Serasi Berbuah Bala | 07 Maret 2005
Mosi Tak Percaya atau Apa | 28 Pebruari 2005
Mengkaji Hoki Berjodoh | 14 Pebruari 2005
Surat Pembaca | 31 Januari 2005
Bank Indonesia Harus Lebih Awas | 31 Januari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bank Indonesia Ancam Cabut Persetujuan Akuisisi BII
Danamon dan Panin Paling Efisien
Bank Andalkan SBI Agar Untuk Ekspansi Kredit
BI Tunggu Sikap Tegas Maybank
Laba Bersih UOB Indonesia Melonjak
Layanan Transfer Antar Kartu Mandiri-Visa
Bankir Selenggarakan Sertifikasi Risiko
BCA Targetkan Penyaluran Kredit Konsumsi Rp 20 Triliun
Bunga Kredit Bank Belum Akan Naik
Bank Lippo Tidak Bagi Dividen
> selengkapnya...

Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Penyaluran Kredit Perbankan Nasional

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Bank Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk133522 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data