Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Gajah Tunggal Ingin Jual Polychem
Selasa, 26 Agustus 2008 | 20:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Gajah Tunggal Tbk berniat menjual anak usahanya, PT Polychem Indonesia Tbk. Produsen ban yang mengklaim terbesar se-Asia Tenggara ini memiliki 28,9 persen saham di perusahaan penghasil ethylene glycol tersebut.

"Suatu hari ingin kami lepas, karena Polychem merupakan aset noninti," kata juru bicara Gajah Tunggal Catharina Widjaja  dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia, hari ini. 

Rencana ini terkait besarnya beban utang perseroan dari penerbitan obligasi sebesar US$ 420 juta pada tahun 2005. Apalagi, tiap tahun perseroan harus merogoh kocek sekitar US$ 51 juta untuk membayar bunganya.

Meski begitu, Catharina belum bisa memastikan waktu penjualannya. Alasannya, perseroan harus baik-baik mengamati kondisi pasar untuk merealisasikan penjualan ini.

Manajemen Gajah Tunggal ingin mendapatkan harga yang baik dari penjualan tersebut. "Kalau pasar jelek, harga saham Polychem bisa anjlok. Sekarang saja harganya cuma sekitar US$ 25 juta," ujarnya.

Menurutnya, dana hasil penerbitan obligasi sebesar US$ 220 juta telah dipakai untuk membayar utang sindikasi perbankan luar negeri. Sisanya, US$ 200 juta dipakai sebagai belanja modal pembangunan pabrik baru dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi ban radial dan sepeda motor hingga tahun 2010.

Perseroan memperkirakan kapasitas produksi ban radial akan bertambah dari 30 ribu menjadi 45 ribu per hari di tahun 2010. Sedangkan produksi ban sepeda motor bakal meningkat dari 37 ribu menjadi 105 ribu per hari, serta ban dalam dari 74.500 menjadi 162 ribu per hari.

Direktur Utama Gajah Tunggal Christopher Chan mengakui obligasi yang terbit tahun 2005 itu terbilang berbunga mahal. Sebab, saat itu propspek ekspansi bisnis belum jelas.

"Tapi, pada 2010, ketika hasil investasi sudah terlihat, saya berharap penjualan Gajah Tunggal bisa menembus Rp 10 triliun," kata Christoper. Sehingga, ia melanjutkan, di masa mendatang perseroan bisa memperoleh fasilitas pendanaan dengan bunga yang lebih murah.

Sepanjang semester satu tahun ini, Gajah Tunggal membukukan penjualan senilai Rp 3,89 triliun. Angka tersebut naik sekitar 21 persen dibandingkan penjualan periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,218 triliun yang ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta harga jual rata-rata.

Peningkatan penjualan juga mendorong kenaikan laba bersih perseroan sebesar 259 persen, dari Rp 58 miliar menjadi Rp 208 miliar. Kenaikan ini dipicu stabilnya kurs rupiah, serta kinerja Polychem yang baik.

WAHYUDIN FAHMI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tahun Ini Industri Manufaktur Stagnan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk132447 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data