Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Elpiji Naik 9,5 Persen
Sabtu, 23 Agustus 2008 | 23:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertamina kembali menaikkan harga elpiji mulai pekan depan. Harga baru elpiji ini naik hingga 9,5 persen per kilonya untuk ukuran 12 kilogram.


Vice Presiden Komunikasi Pertamina Wisnuntoro mengatakan harga jual Elpiji kemasan 12 kilogram naik dari Rp 5.250 menjadi 5.750 perkilogram.

"Atau naik dari Rp 63 ribu menjadi 69 ribu per tabung mulai tanggal 25 nanti," ujarnya dalam siaran persnya yang diterima Tempo, Sabtu (23/8).

Harga baru juga berlaku untuk tabung kemasan 50 kilogram. Tabung kemasan ini, kata Wisnutoro, dikurangi diskonnya 5 persen menjadi hanya 10 persen. Dengan demikian, harga per kilogramnya yang semula Rp 6.878 menjadi Rp 6.255 per kilogram. Sehingga harga kemasan 50 kilogram ini menjadi Rp 362.750 per tabung dari harga sebelumnya Rp 343.900.

Namun demikian, kata dia, tabung kemasan 3 kilogram tidak naik harganya. Harga kemasan 3 kilogram ini masih dengan harga lama yakni Rp 4.250 per kilogram atau 12.750 per tabung.


Harga jual tersebut berlaku dalam radius sampai dengan 60 kilometer dari instalasi utama Pertamina dan atau SPPBE. Bila diluar radius 60 kilometer, akan ada biaya angkutan yang disesuaikan dengan ketentuan biaya angkutan dalam surat keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Menurut Wisnuntoro, kenaikan harga elpiji ini karena harga yang lama untuk mengakomodir biaya operasional dan distribusi karena kenaikan BBM. Harga lama juga masih belum mengakomodir harga bahan baku LPG.

Alasan lainnya yakni harga LPG di Pasar Internasional (Ref harga CP Aramco) sebesar 858 USD/MT dengan harga pasar Rp 11.400 Perkilogramnya. "Dengan kenaikan tersebut di atas, Pertamina masih menanggung kerugian akibat penjualan LPG kemasan 12 kg dan 50 kg sebesar Rp 6,5 Trilyun/tahun." katanya.


DIAN YULIASTUTI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk132048 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data