Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Australia: Indonesia dan Australia Akan Memperoleh Keuntungan dari Perdagangan Bebas
Jum'at, 22 Agustus 2008 | 09:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Tony Burke mengatakan Indonesia dan Australia  akan memperoleh keuntungan dari Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru.

"Langkah apa pun yang diambil untuk liberalisasi perdagangan pertanian juga dapat membantu mengatasi kekurangan pangan global," ujar Menteri Burke dalam keterangan persnya yang dirilis Kedutaan Besar Australia kemarin.

Menteri Burke sebelumnya bertemu dengan Menteri Pertanian RI, Anton Apriyantono, dan Menteri Perdagangan RI, Mari Pangestu. Kemarin ia juga bertemu  Menteri Kehutanan RI, M.S. Kaban.

"Australia mengenali tantangan yang dihadapi oleh produsen pertanian di Indonesia dan akan bekerja sama dengan tetangga kami dalam membantu mengembangkan sektor pertaniannya," ujarnya.

Menurutnya, Australia tertarik untuk mendorong investasi negaranya di sektor pertanian di Indonesia. "Sesuatu yang Dr Pangestu dan Dr Apriyantono beri tahu saya sebagai prioritas sangat tinggi untuk Indonesia." ujarnya.

Selama dua hari mendatang Menteri Burke akan bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI,  Freddy Numberi, dan Menteri Keuangan dan Penjabat Menteri Koordinator Ekonomi, Sri Mulyani.

Menteri Burke kemarin berkunjung ke pusat penggemukan sapi yang memiliki 22.000 ekor sapi yang diimpor dari Darwin. Australia adalah pemasok sapi hidup utama bagi Indonesia, mengekspor lebih dari 520.000 ekor sapi pada 2007, senilai A$339 juta.

Menteri Burke juga akan mengunjungi produsen tepung terigu Bogasari, dengan kapasitas produksi sebesar 3.6 juta ton per tahun. Perusahaan ini dipercaya sebagai produsen tepung terigu terbesar di dunia dalam satu lokasi.

Ini merupakan contoh pemrosesan dan penambahan nilai bahan mentah Australia oleh Indonesia, yang memperlihatkan bahwa sektor pertanian kedua negara saling mengisi.

Tepung terigu Bogasari digunakan secara luas oleh industri mie, roti dan pembuatan kue secara umum dan produk sampingan termasuk bran, pollard dan gandum industri digunakan oleh koperasi, industri pakan ternak dan industri kayu lapis. Bogasari juga memiliki pabrik pasta, dengan kapasitas 60.000 ton per tahun, dimana 80 persen untuk ekspor.

Australia adalah pemasok utama gandum ke Indonesia, dengan ekspor sebesar 1.5 juta ton pada 2007.

Kunjungan Menteri Burke disertai delegasi industri, termasuk perwakilan dari Meat and Livestock Australia, Cattle Council of Australia, Australian Livestock Exporters Council dan Australian Citrus Growers.

Erwin Z 

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
Ketidakadilan Lagi bagi Petani  | 08 Desember 1998
Pupuk Mencekik, Gabah Dicekik  | 08 Desember 1998
Risiko Sepiring Frankenfood | 17 Januari 2005
Terbang Lebah ke Timur Tengah | 10 Januari 2005
Yang Cocok, Varietas WL 2265  | 03 November 1998
Dari Gunung Berapi untuk Lahan Gambut  | 30 Maret 1999
Mari Kembali ke Alam  | 05 Januari 1999
Bisnis Sepekan | 25 Oktober 2004
Padi Fatmawati  | 14 Juni 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rp 1 Triliun untuk Pengelolaan Lahan dan Air
Rp 3,2 triliun Untuk Revitaliasi Kakao
BPS Akan Perbarui Data Usaha Tani
LIPI Luncurkan Jenis Tanaman Pangan Andalan
50 Persen Irigasi di Jawa Barat Rusak
Pemerintah akan Angkat 10 Ribu Tenaga Lepas Penyuluh Pertanian
Puluhan Ribu Petani Terancam Tak Bisa Tanam
Peningkatan Produksi Pangan Ditentukan Lembaga Penelitian
Badan Usaha Milik Desa Gorontalo Ekspor Jagung ke Malaysia
Presiden Undang Petani Makan Siang
> selengkapnya...

Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk131856 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data