Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Rio Tinto Tunggu Persetujuan Pemda dan DPR
Kamis, 21 Agustus 2008 | 15:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rio Tinto Indonesia berinvestasi US$ 2 miliar (sekitar Rp 18 triliun) untuk Sulawesi Nikel Project. Penandatanganan kontrak karya proyek tersebut menunggu persetujuan pemerintah daerah dan DPR.

"Mudah-mudahan pemerintah dan parlemen bisa menyetujui pasal-pasal kerjasama," kata Presiden Direktur PT Rio Tinto Indonesia, Omar S. Anwar, usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil
Presiden, hari ini.

Sebelumnya, Rio Tinto meminta pemerintah daerah Morowali, Sulawesi Tengah, dan Konawe, Sulawesi Tenggara, membatalkan izin kuasa pertambangan yang diberikan ke sejumlah pengusaha. Menurut Omar, negosiasi kontrak karya lahan nikel di wilayah itu sudah selesai tahun 2000.

Menurut Omar, Rio Tinto akan mengerjakan penambangan hingga proses pemurnian logam nikel. Perusahaan pertambangan multinasional itu menargetkan, seluruh proses produksi dapat dilakukan pada tahun 2015.

Setelah kontrak karya ditandatangani, ujarnya, Rio Tinto melakukan proyek percontohan (pilot project). Misalnya, eksplorasi lanjutan, studi kelayakan, dan konstruksi.

Studi kelayakan, ujarnya, dilakukan
terhadap dua bidang yaitu penambangan dan pemurnian logam nikel. "Pemurnian logam nikel merupakan yang pertama di Indonesia," ujarnya.

Dia berharap penandatanganan kontrak karya dilakukan tahun ini. Rio Tinto, ujar dia, mencermati kebijakan pemerintah di bidang pertambangan. Terutama, dia melanjutkan, kebijakan perhutanan dan lingkungan hidup.

Omar mengatakan Sulawesi Nikel Project merupakan satu di antara sepuluh proyek terbesar Rio Tinto di dunia. Menurut dia, pertambangan di Sulawesi itu akan menyerap 5 ribu tenaga kerja. Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan Rio Tinto memprioritaskan pekerja dari dalam negeri.

Kalla meminta Rio Tinto mulai melakukan program-program
kemasyarakatan. Omar mengatakan Rio Tinto mulai mendekati pemerintah provinsi dan kabupaten. Wakil Presiden juga meminta perusahaan itu berdialog dengan masyarakat Sulawesi untuk menyelesaikan hambatan penandatanganan kontrak karya.

KURNIASIH BUDI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Anggota Dewan Tolak Banyuwangi Tolak Tambang Emas
Polisi Periksa Mitra Kerja Kaltim Prima Coal
Rio Tinto Tuntut Dua Kabupaten Batalkan Izin Pertambangan
Kaltim Prima Coal Melanggar Undang-Undang
Ekspor Produk Tambang Diperketat
Pabrik Briket Direlokasi ke Bangko Barat

Referensi

Babak Baru Sengketa Batu Bara
Sandungan Terbaru Bakrie

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk131751 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data