Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Anggaran Pendidikan untuk Beasiswa dan Kesejahteraan Guru
Jum'at, 15 Agustus 2008 | 11:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Soesilo Bambang Yudhoyo mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan 20 persen pada 2009. Anggaran tersebut akan digunakan untuk beasiswa dan kesejahteraan guru.

“Alhamdulillah, ditengah krisis harga minyak dan pangan dunia kita telah bisa memenuhi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN,” katanya dalam pidato kenegaraan di depan rapat paripurna, Gedung Nusantara DPR, Jumat (15/08).

Alokasi anggaran pendidikan 20 persen, kata Presiden Yudhoyono merupakan amanat konstitusi. Meski tahun-tahun sebelumnya anggaran tak sampai 20 persen, namun anggaran pendidikan terus meningkat. Pada 2005 anggaran pendidikan sebesar 78,5 triliun. Tahun 2008 anggaran pendidikan menjadi Rp 154,2 triliun. “Telah meningkat hampir dua kali lipat,” kata Presiden.

Anggara pendidikan 20 persen, lanjut Presiden Yudhoyono, akan digunakan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajar. Antara lain rehabiltasi gedung sekolah dan memabangun puluhan ribu kelas dan gedung sekolah baru. Selain itu pemberian beasiswa juga akan ditingkatkan. Saat ini pemerintah telah memberikan beasiswa pada satu juta siswa SD, 600 ribu siswa SMP, 900 ribu siswa SMA, dan 200 ribu mahasiswa. “Sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu,” katanya.

Peningkatan kesejahteraan guru juga akan manjadi perhatian. Pada 2004, kata Presiden Yudhoyono, penghasilan guru dari golongan rendah Rp 842,6 ribu per bulan. Pendapatan guru golongan rendah meningkat menjadi Rp 1,854 juta per bulan pada 2008. “Naik lebih dari dua kali lipat,” kata Presiden.

Presiden Yudhoyono berharap meningkatnya anggaran untuk pendidikan bisa mengirim putra-putri bangsa ke garis depan kemajuan ilmu dan teknologi dunia. Tahun lalu kontingen Indonesia berhasil merebut 51 medali emas dari berbagai olimpiade sains internasional. “Kalau bisa meraih nobel,” katanya.

(Dwi Riyanto Agustiar)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pidato Presiden Diiringi Demo Mahasiswa
Presiden Klaim Angka Kemiskinan Menurun
Dewan Ingatkan Presiden Perhatikan Rakyat Miskin
Pimpinan Sidang Paripurna DPR Tegur Anggota
DPR Tolak Pengadilan HAM AD Hoc dibawa ke Paripurna DPR

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk130948 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data