Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Turun
Jum'at, 15 Agustus 2008 | 00:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Laju pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga dan keempat tahun ini diperkirakan akan turun dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini dipicu oleh turunnya harga komoditas, terutama minyak sawit.

"Sisa semester tahun ini akan menurunkan pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi nilai ekspor," ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi hari ini (14/8) kepada Tempo Newsroom seusai acara penghargaan Freedom Institute, Jakarta.

Ia menjelaskan kuartal kedua 2008 perekonomian Indonesia tumbuh 6,39 persen dibanding tahun sebelumnya dengan kontributor terbesar dari ekspor minyak sawit. Namun, saat ini harga komoditas telah turun seiring dengan turunnya harga minyak yang berada di bawah US$ 120 per barel.

"Tapi masalahnya sekarang bukan pada growth (pertumbuhan). Justru tekanan inflasi, yang sekarang telah mencapai 11,9 persen. Itu harus diwaspadai," katanya.

Oleh sebab itu, ia melihat penurunan harga komoditas akan berdampak baik bagi tekanan inflasi. Dengan turunnya harga maka daya beli masyarakat akan pulih dan inflasi akan turun. Konsumsi juga akan tinggi di sisa tahun 2008 ini karena diikuti hari raya Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

Bayu optimis kondisi ekonomi Indonesia akan lebih baik pada kuartal ketiga dan keempat 2008 dibanding kuartal sebelumnya. "Akan terjadi trade off (pertukaran). Pertumbuhan ekonomi masih di tingkat bagus (6 persen), demand (permintaan) dalam negeri naik, dan inflasi turun," tambahnya.

Sorta Tobing/Tempo Newsroom

Dari Arsip Majalah TEMPO
Nasihat Soros untuk Jakarta  | 08 Desember 1998
Maaf, Masih Turun Mesin  | 10 November 1998
Perekonomian 2004: Merangkak di Tengah Gemuruh Politik | 27 Desember 2004
Kandang Sapi dan TV Berwarna | 20 Desember 2004
Belajar dari Roosevelt | 29 November 2004
Pro-Pasar | 22 November 2004
Optimistis, dengan Sejumlah Catatan | 15 November 2004
Tahun 2005: Optimisme dengan Kehati-hatian | 15 November 2004
Menggenjot Produksi, Bukan Konsumsi | 15 November 2004
Berharap Pemerintah Berani Trengginas | 15 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Taufik Abdullah Bersyukur Terima Achmad Bakrie Award
Pertanian Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Semester Pertama 2008, Ekonomi Bertumbuh 6,2 Persen
Pertumbuhan Daerah Terancam Turun
Pengangguran di Jepang Naik
Perekonomian Jawa Tengah Diprediksi Meningkat
Pengusaha Soroti Ancaman Pertumbuhan Ekonomi
BI : Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Hanya 6,2 Persen
Boediono: Semua Target Ekonomi Realistis
UBS Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,8 Persen
> selengkapnya...

Referensi

Pertumbuhan Penduduk Makmur di Asia-Pasifik dari 2005-2006
Realisasi Investasi

Website

Departemen Keuangan
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk130914 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data