Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Operator Penyeberangan Milik Negara Kalah Bersaing
Kamis, 14 Agustus 2008 | 15:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Indonesia Ferry (Persero) belum menguasai pasar lintas penyeberangan komersial di Indonesia. Pangsa pasar operator penyeberangan pelat merah itu di lintas komersial kurang dari 20 persen. "Ini menyedihkan, harus direbut lagi," kata Direktur Utama PT Indonesia Ferry Bambang Soerjanto hari ini.

Padahal, Indonesia Ferry sudah masuk lebih awal yakni membuka lintas perintis. Namun begitu lintas perintis sudah berkembang menjadi lintas komersial, pihak swasta yang menyusul kemudian lebih menguasai. Bambang mengakui, pihak swasta secara umum lebih bersemangat dan serius. "Kami hanya merasa sudah menguasai pasar, ternyata tertinggal," ujarnya.

Hasil evaluasi internal Indonesia Ferry menunjukkan, pada tujuh lintas penyeberangan komersial utama di Indonesia, saat ini Indonesia Ferry juga hanya di posisi kelima dari 35 operator penyeberangan besar. Empat operator swasta di atasnya adalah PT Jembatan Madura, PT Putera Master, PT Budi Samudera Perkasa, dan PT Jemla Ferry.

Ketujuh lintas penyeberangan itu adalah Merak-Bakauheni, Ujung-Kamal, Ketapang-Gilimanuk, Bajo'e-Kolaka, Palembang-Muntok, Padang Bai-Lembar, dan Kayangan-Pototano.

Pada tujuh lintasan itu, kapasitas kapal Indonesia Ferry sebesar 15,777 atau 9,91 persen dari keseluruhan. Padahal dari sisi jumlah kapal yang dioperasikan di lintas-lintas itu, Indonesia Ferry di peringkat dua dengan 16 kapal. Adapun jumlah penumpangnya juga di peringkat dua sebanyak 6,715 penumpang atau 13,20 persen dari keseluruhan.

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, Bambang melanjutkan, saat ini di internal tengah dijalankan transformasi bisnis. Agenda jangka pendeknya antara lain pembuatan permanent command centre dengan CCTV dan posisi kapal online untuk lintasan komersil dan penyempurnaan fasilitas pelabuhan dan kapal penyeberangan milik sendiri di Merak-Bakauheni, Ujung-Kamal, dan Ketapang-Gilimanuk.

Khusus lintas Merak-Bakauheni yang merupakan lintas padat dan kerap macet, agenda perbaikan jangka pendeknya adalah penambahan kapal, pengaturan ulang manajemen lalu lintasnya, dan penggunaan tiket elektronik. "Masak dari dulu macet terus,"kata Bambang.

Langkah lain adalah menekan kebocoran pendapatan yang mencapai 30 persen. Pembenahan dari sisi sumber daya manusia, Indonesia Ferry memberlakukan Pakta Integritas yang mengikat jajaran direksi, karyawan, dan staf. Pakta itu menandai perubahan struktural perseroan mencakup antara lain perubahan logo dari PT ASDP Indonesia Ferry menjadi PT Indonesia Ferry.

Selain itu juga mencakup penegasan usaha pokok, penciptaan usaha penunjang, revitalisasi dan investasi alat produksi, serta restrukturisasi total perseroan dan strategi bisnis dengan pengaturan ulang traffic management. "Intinya kami balik, dari dilayani menjadi melayani," kata Bambang.

Saat ini PT Indonesia Ferry mengoperasikan 84 kapal, rinciannya 38 kapal komersil, 44 kapal penugasan, dan 2 kapal carter. Lintas penyeberangan yang dilayani total 113 lintas seluruh Indonesia. Dari sejumlah itu, 29 lintas komersial dan 84 lintas penugasan oleh pemerintah sebagai lintas perintis. Dengan 31 cabangnya, ASDP mengoperasikan pelabuhan penyeberangan komersial dan penugasan masing-masing 17 penyeberangan.

Harun Mahbub

Dari Arsip Majalah TEMPO
KPPU Harus Belajar Mengenai Kontrak | 14 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 07 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
Juragan Baru Para Pekerja | 07 Pebruari 2005
Dua Jalan Perkawinan Indosat  | 15 Desember 1998
Pergantian | 15 Desember 1998
Martiono Hadianto: Setoran ke Golkar? Tidak  | 08 Desember 1998
Tiga Cendana Mengeruk BUMN  | 24 November 1998
Bisnis Sepekan | 10 Januari 2005
Langkah Awal Senor Meksiko  | 06 Oktober 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR Setujui Privatisasi BUMN Karya
Rizal Ramli Dinilai Melanggar Etika
Ada Lima Calon Direksi Antam
Rangkap Jabatan Bakal Diatur Surat Keputusan Bersama
Sofyan Djalil: Privatisasi Krakatau Harus Tahun Ini
Kalla Tantang Investor Nasional Masuk Ke Krakatau Steel
Nasib Perusahaan Pengelola Aset Diputuskan Akhir Juni
Holding BUMN Hampir Final
Perusahaan Negara Diimbau Gunakan KAP Terdaftar Di Bapepam
Empat Asuransi BUMN Menjadi BPJS
> selengkapnya...

Referensi

Keppres RI No. 166 Tahun 1999 Tentang Tim Restrukturisasi dan Rehabilitasi PT. ( Persero ) Perusahaan listrik Negara
PP RI No. 56 Tahun 1999 Tentang Penjualan Saham Milik Negara RI Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
UU RI No.19 Thn.2003 Tentang BUMN

Website

Kementerian BUMN

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk130817 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data