Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Yogyakarta Andalkan Pariwisata
Selasa, 12 Agustus 2008 | 21:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:DIY Yogyakarta menetapkan sektor pariwisata sebagai lokomotif perekonomian daerah.

"Meskipun pariwisata memiliki keunggulan, infrastruktur harus mendukung" tanggap Wakil Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Selasa (12/8).

Sebagai pemulus rencana Haryadi berencana membangun Pasar Seni dan Kerajinan. Konsep Pasar Seni dan Kerajinan yang akan dibangun yaitu what to see, what to eat, dan what to buy. Gedung Pasar Seni dan Kerajinan tersebut akan dilengkapi ruang pertemuan rapat, kantin dan tempat pagelaran seni.

Hal ini diharapakan dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi kota Yogya. Maksud dan tujuan dibangunnya infrastruktur tersebut agar menjadi wadah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, dan upaya pemberdayaan seni.

"Seninya tidak hanya wayang saja, jadi apabila wisatawan ingin berjalan malam hari bisa mengunjungi gedung ini menyaksikan acara sen di panggungi" ungkap Haryadi.

Selain sektor pariwisata, sektor pendidikan juga menjadi lokomotif perekonomian Yogyakarta. Dijelaskan pula bahwa 80% potensi ekonomi kota Yogya bertumpu pada perdagangan. Di Yogya telah tercatat 17.671 UMKM, pemerintah kota Yogya menganjurkan apabila UMKM ingin mempromosikan usahanya dan memasarkan produk dapat mengakses ke HTTP://umkm.jogja.go.id.

Infrastruktur yang dicanangkan tersebut berlatar belakang untuk menyerap tenaga kerja dan dapat mengembangkan ekonomi secara merata di kota Yogya. Infrastruktur yang telah dilaksanakan salah satunya yaitu pengoperasian Trans Jogja yang menggantikan bus reguler di Yogya,

Rara Peni Asih

Dari Arsip Majalah TEMPO
Yang Membangun di Punggung Gunung | 04 April 2005
Pakai ?Pahe? ke Luar Negeri  | 29 Desember 1998
Kalau Banjir Sampai ke Hidung  | 08 Desember 1998
Protes Bali Terus Bergulir  | 03 November 1998
"Semua HPH akan Segera Berakhir" | 09 Maret 1999
"Model Bagi Proyek Serupa" | 09 Maret 1999
Orang Bajau, dalam Untung dan Malang  | 09 Maret 1999
Taman Bermain Duyung dan Lumba-lumba  | 09 Maret 1999
Zamrud Alam Teluk Tomini  | 09 Maret 1999
Desentralisasi, Thinking Outside the Box | 15 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Semester 1 2008 Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2,9 Juta Orang
Isu Teroris Tidak Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bukittinggi
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang
Pengusaha Hotel di Bukittinggi Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir
Taman Mini Bidik Turis dari Cina
Solo Berharap Dibuka Penerbangan Langsung ke Denpasar
Jawa Barat Mencari Lokasi Bakal Kampung Asia Afrika
300 Hotel Melati di Yogyakarta Terancam Kolaps
Dewan Minta Penjelasan Program Visit Musi 2008
Sumatera Barat Tuan Rumah Sumatera International Travel Fair 2008
> selengkapnya...

Website

PT Garuda Indonesia
Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk130590 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data