|
Pemerintah Sebaiknya Turunkan Asumsi Minyak RAPBN 2009
Senin, 11 Agustus 2008 | 15:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah sebaiknya menurunkan asumsi harga minyak dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2009 yang mencapai US$ 140 per barel. Karena minyak dunia telah turun di bawah US$ 120 per barel.
"Harga minyak dunia tidak mungkin turun di bawah US$ 70 per barel. Setelah lonjakan harga kemarin, saya perkirakan minyak akan berada di level US$ 100 hingga US$ 110 per barel," ujar Deputi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bambang Widianto hari ini.
Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu merevisi asumsi minyak dalam RAPBN 2009. "Memang masih terlalu dini untuk dibicarakan. Tunggu saja dalam pidato Presiden 15 Agustus nanti finalisasinya seperti apa," katanya.
Pernyataan serupa juga pernah diungkapkan oleh Menko Perekonomian/Menteri Keuangan Sri Mulyani pada akhir Juli lalu. Menurutnya, asumsi minyak pada APBN 2009 sebesar US$ 140 per barel tidak merefleksikan situasi yang terjadi saat ini.
Ia mengatakan asumsi minyak sebaiknya di level US$ 130 per barel dengan proyeksi ICP (Indonesian Crude-Oil Price) di harga US$ 128 hingga US$ 129 per barel. Sementara untuk cadangan risiko fiskal tetap di level US$ 160 per barel.
Ketika disinggung mengenai penyerapan belanja negara hingga akhi Juli 2007 yang masih rendah, yaitu 45,69 persen dari jumlah APBN-P Rp 989,5 triliun, Bambang mengatakan dari sisi pencapaian dan target RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) tidak ada perubahan.
Sorta Tobing
INDEKS BERITA LAINNYA :
|