|
Iptek di Indonesia Minim Sosialisasi
Sabtu, 09 Agustus 2008 | 15:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pesta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2008 yang diselenggarakan pertama kalinya oleh Kementrian Riset dan Teknologi berupaya mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi ke anak-anak.
"Selama ini kesannya IPTEK hanya ada di laboratorium," ujar Deputi Menteri Bidang Dinamika MAsyarakat Ristek Carunia M Firdausy saat membuka Pesta Iptek 2008 di Kantor Menristek, hari ini.
Kesan tersebut harus dihapuskan dengan mengenalkan iptek yang ternyata ada di sekeliling manusia. Pesta ini sebenarnya bukan acara pertama yang mendekatnya iptek pada anak-anak. Kementerian secara reguler mengadakan wisata iptek, lomba iptek, dan pelatihan iptek. "Namun momen kali memang paling besar penyelenggaraannya,"kata Carunia.
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman ketika berdialog dengan salah satu anak terhenyak dengan pertanyaan kaitan pelajaran ilmu pengetahuan sosial dan iptek. Menurut Menteri, selama ini iptek kurang berkembang karena minimnya sosialisasi yang justru dipelajari dalam ilmu sosial.
Sekitar 1000 anak hingga remaja menikmati kegiatan Super Brain memory, Super Brain Memory, dan fotografi. Pada awal acara, Museum Rekor Indonesia menganugerahi Menristek penghargaan karena berhasil menginstal 288 komputer jinjing secara bersamaan dengan Open Source System berbasis Linux dan mengaplikasikan Open office.
Prosesnya menggunakan Wi-fi SSID (Service Set Identifier) dan membuat artikel 1.416 blog. Pesta ini masih akan berlangsung hingga hari Ahad.
Dianing Sari
INDEKS BERITA LAINNYA :
|